• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Sering Turun Tangan Sendiri, Prabowo Diingatkan Bahaya “One Man Show”

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 15 Maret 2026 - 20:00
in Headline
Prabowo

Presiden Prabowo menyampaikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan pada Ramadan 1447 H/2026 M di Istana Negara, Selasa (10/3/2026). Foto: Dokumen Setkab

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya agar tidak menyampaikan laporan yang direkayasa atau dimanipulasi justru memunculkan kekhawatiran baru dari kalangan pengamat politik.

Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai pernyataan tersebut menjadi sinyal adanya persoalan serius di dalam lingkaran pemerintahan sendiri.

BacaJuga:

Markas Judol Hayam Wuruk Dibongkar, Pengamat: Integrasi Intelijen Siber Nasional Lemah

23 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Arab Saudi, 67 Orang Dirawat

Misi Penyelamatan Gunung Dukono Selesai: 3 Pendaki Meninggal, 2 Diantaranya WNA

Menurutnya, peringatan itu menunjukkan kemungkinan adanya praktik manipulasi informasi dari bawahan yang lebih berorientasi pada pencitraan keberhasilan daripada penyelesaian masalah nyata di masyarakat.

“Presiden sendiri sudah memperingatkan soal laporan akal-akalan ini, tapi kenyataannya peringatan itu justru membuktikan bahwa pembusukan sudah merajalela di lingkaran dalam. Para bawahan seharusnya membantu presiden, bukan malah membebani dengan data palsu yang akhirnya membuat presiden harus membersihkan sendiri,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Minggu (15/3/2026).

Ia menilai situasi tersebut membuat Presiden Prabowo kerap turun langsung menjelaskan berbagai isu yang sebenarnya bisa ditangani oleh pejabat terkait.

Dalam pandangannya, kondisi ini menandakan adanya persoalan serius dalam pola komunikasi pemerintahan.

“Menurutnya, segala permasalahan selalu berujung pada sosok Prabowo, sehingga muncul fenomena pembusukan karakter presiden dari dalam,” jelas Hensa

Hensa mengaku heran melihat hampir setiap polemik publik pada akhirnya harus dijelaskan langsung oleh kepala negara.

“Saya heran, kenapa harus selalu Prabowo yang pasang badan, menjelaskan ini, menjelaskan itu. Semuanya balik lagi ke dia, ini semacam pembusukan memang,” ungkapnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mencontohkan polemik yang muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan mendapat penolakan dari sejumlah sekolah.

Dalam kasus tersebut, lanjut Hensa, publik justru melihat Presiden yang aktif memberikan klarifikasi. Padahal, semestinya pejabat di kementerian terkait yang berada di garis depan menjelaskan program tersebut kepada masyarakat.

“Ini semacam pembusukan yang dilakukan oleh orang-orang Prabowo sendiri, sampai akhirnya apa pun yang terjadi, Prabowo yang disalahkan,” ujarnya.

Hensa menilai situasi ini berpotensi menimbulkan persepsi bahwa presiden bekerja sendirian tanpa dukungan efektif dari timnya.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pengaturan strategi komunikasi politik di level pemerintahan.

Menurutnya, presiden perlu lebih berhati-hati dalam mengelola kemunculan publik serta pesan yang disampaikan.

“Kita jadi lupa bahwa orang lain yang seharusnya mengurus permasalahan seperti MBG itu, dan kemunculan Prabowo ini menurut saya akan membuat pembusukan karakternya makin besar karena lama-lama orang nggak percaya lagi, terus-terusan dia yang ngomong dan orang akan beranggapan bahwa ini Presiden bekerja sendirian,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan oleh lawan politik. Jika Presiden terlalu sering muncul untuk merespons setiap polemik, beban politik justru akan semakin terkonsentrasi pada dirinya.

“Meski Presiden memang pekerjaan ‘one man show’, tapi kalau dia semuanya turun tangan sendiri ini membuat semua beban ditumpuk di pundaknya,” tutur Hensa.

Lebih jauh, ia menilai yang terjadi bukan sekadar persoalan komunikasi biasa. Hensa menyebutnya sebagai potensi pembusukan citra presiden jika pola tersebut terus berlanjut.

“Dan jangan lupa, setiap kali Presiden turun tangan, itu bahaya karena ada sisi negatifnya yaitu bisa dimanfaatkan lawan politik. Ingat, semakin sering bicara, semakin besar peluang salah, dan ini harus diminimalisir,” katanya.

Ia menambahkan, dalam era media digital seperti sekarang, setiap pernyataan pejabat publik sangat mudah dipotong dan disebarkan ulang dengan konteks yang berbeda.

“Nah, di era sekarang, ketika salah kan video-video itu jadi gampang dipotong, dijahit, clipper, ditambah konteks yang tidak seharusnya. Jadi mesti dipahami juga dampak-dampak tersebut,” tambahnya. (her)

Tags: Hendri SatrioHensaKedaiKOPIPresiden Prabowo

Berita Terkait.

Markas Judol Hayam Wuruk Dibongkar, Pengamat: Integrasi Intelijen Siber Nasional Lemah
Headline

Markas Judol Hayam Wuruk Dibongkar, Pengamat: Integrasi Intelijen Siber Nasional Lemah

Senin, 11 Mei 2026 - 21:45
jamaah
Headline

23 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Arab Saudi, 67 Orang Dirawat

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01
Misi Penyelamatan Gunung Dukono Selesai: 3 Pendaki Meninggal, 2 Diantaranya WNA
Headline

Misi Penyelamatan Gunung Dukono Selesai: 3 Pendaki Meninggal, 2 Diantaranya WNA

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:01
Persib Jaga Kans Juara Usai Menangi El Clasico Indonesia, Kubur Mimpi Gelar Persija
Headline

Persib Jaga Kans Juara Usai Menangi El Clasico Indonesia, Kubur Mimpi Gelar Persija

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:17
virus
Headline

Kasus Hantavirus Muncul di 9 Provinsi, DPR Minta Perkuat Deteksi Dini

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:01
fikri
Headline

Larangan Guru Honorer 2027 Harus Diiringi Skema Solusi Nyata, Begini Pesan DPR RI

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:09

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.