• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Sering Turun Tangan Sendiri, Prabowo Diingatkan Bahaya “One Man Show”

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 15 Maret 2026 - 20:00
in Headline
Prabowo

Presiden Prabowo menyampaikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan pada Ramadan 1447 H/2026 M di Istana Negara, Selasa (10/3/2026). Foto: Dokumen Setkab

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya agar tidak menyampaikan laporan yang direkayasa atau dimanipulasi justru memunculkan kekhawatiran baru dari kalangan pengamat politik.

Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai pernyataan tersebut menjadi sinyal adanya persoalan serius di dalam lingkaran pemerintahan sendiri.

BacaJuga:

Gus Kikin dari Tebuireng Kini Pimpin PBNU, Ini Profilnya

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Gus Yusuf dan Gus Salam Diduga “Dijegal” Pasal Perkum di Muktamar NU ke-35

Menurutnya, peringatan itu menunjukkan kemungkinan adanya praktik manipulasi informasi dari bawahan yang lebih berorientasi pada pencitraan keberhasilan daripada penyelesaian masalah nyata di masyarakat.

“Presiden sendiri sudah memperingatkan soal laporan akal-akalan ini, tapi kenyataannya peringatan itu justru membuktikan bahwa pembusukan sudah merajalela di lingkaran dalam. Para bawahan seharusnya membantu presiden, bukan malah membebani dengan data palsu yang akhirnya membuat presiden harus membersihkan sendiri,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Minggu (15/3/2026).

Ia menilai situasi tersebut membuat Presiden Prabowo kerap turun langsung menjelaskan berbagai isu yang sebenarnya bisa ditangani oleh pejabat terkait.

Dalam pandangannya, kondisi ini menandakan adanya persoalan serius dalam pola komunikasi pemerintahan.

“Menurutnya, segala permasalahan selalu berujung pada sosok Prabowo, sehingga muncul fenomena pembusukan karakter presiden dari dalam,” jelas Hensa

Hensa mengaku heran melihat hampir setiap polemik publik pada akhirnya harus dijelaskan langsung oleh kepala negara.

“Saya heran, kenapa harus selalu Prabowo yang pasang badan, menjelaskan ini, menjelaskan itu. Semuanya balik lagi ke dia, ini semacam pembusukan memang,” ungkapnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mencontohkan polemik yang muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan mendapat penolakan dari sejumlah sekolah.

Dalam kasus tersebut, lanjut Hensa, publik justru melihat Presiden yang aktif memberikan klarifikasi. Padahal, semestinya pejabat di kementerian terkait yang berada di garis depan menjelaskan program tersebut kepada masyarakat.

“Ini semacam pembusukan yang dilakukan oleh orang-orang Prabowo sendiri, sampai akhirnya apa pun yang terjadi, Prabowo yang disalahkan,” ujarnya.

Hensa menilai situasi ini berpotensi menimbulkan persepsi bahwa presiden bekerja sendirian tanpa dukungan efektif dari timnya.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pengaturan strategi komunikasi politik di level pemerintahan.

Menurutnya, presiden perlu lebih berhati-hati dalam mengelola kemunculan publik serta pesan yang disampaikan.

“Kita jadi lupa bahwa orang lain yang seharusnya mengurus permasalahan seperti MBG itu, dan kemunculan Prabowo ini menurut saya akan membuat pembusukan karakternya makin besar karena lama-lama orang nggak percaya lagi, terus-terusan dia yang ngomong dan orang akan beranggapan bahwa ini Presiden bekerja sendirian,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan oleh lawan politik. Jika Presiden terlalu sering muncul untuk merespons setiap polemik, beban politik justru akan semakin terkonsentrasi pada dirinya.

“Meski Presiden memang pekerjaan ‘one man show’, tapi kalau dia semuanya turun tangan sendiri ini membuat semua beban ditumpuk di pundaknya,” tutur Hensa.

Lebih jauh, ia menilai yang terjadi bukan sekadar persoalan komunikasi biasa. Hensa menyebutnya sebagai potensi pembusukan citra presiden jika pola tersebut terus berlanjut.

“Dan jangan lupa, setiap kali Presiden turun tangan, itu bahaya karena ada sisi negatifnya yaitu bisa dimanfaatkan lawan politik. Ingat, semakin sering bicara, semakin besar peluang salah, dan ini harus diminimalisir,” katanya.

Ia menambahkan, dalam era media digital seperti sekarang, setiap pernyataan pejabat publik sangat mudah dipotong dan disebarkan ulang dengan konteks yang berbeda.

“Nah, di era sekarang, ketika salah kan video-video itu jadi gampang dipotong, dijahit, clipper, ditambah konteks yang tidak seharusnya. Jadi mesti dipahami juga dampak-dampak tersebut,” tambahnya. (her)

Tags: Hendri SatrioHensaKedaiKOPIPresiden Prabowo

Berita Terkait.

KH-Abdul-Hakim
Headline

Gus Kikin dari Tebuireng Kini Pimpin PBNU, Ini Profilnya

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02
Gus-Kikin
Headline

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:21
Gus Yusuf dan Gus Salam Diduga “Dijegal” Pasal Perkum di Muktamar NU ke-35
Headline

Gus Yusuf dan Gus Salam Diduga “Dijegal” Pasal Perkum di Muktamar NU ke-35

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:05
Muktamar ke-35 NU Sepakati AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan
Headline

Muktamar ke-35 NU Sepakati AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:51
Siswa
Headline

Wildfire Smoke Billows, Education Minister Says Schools Must Not Open Recklessly

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:57
Belajar
Headline

Asap Karhutla Mengepul, SE Mendikdasmen: Sekolah Tak Boleh Asal Buka

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:57

OLAHRAGA

Marquez
Olahraga

Klasemen MotoGP 2026 Makin Panas Usai Marc Marquez Menang di Aragon

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 31 Agustus 2026 - 09:01

INDOPOSCO.ID - Persaingan menuju takhta MotoGP 2026 semakin sulit ditebak. Marc Márquez kembali menunjukkan taringnya dengan merebut kemenangan dalam balapan...

SelengkapnyaDetails
GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31
Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55
Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:01
u20

Ini Daftar 23 Pemain Timnas U-20 untuk Kualifikasi Piala Asia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:07

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.