INDOPOSCO.ID – Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran mengeluarkan kecaman tegas terhadap serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada 28 Februari 2026 lalu. Serangan tersebut menimpa Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang menewaskan sebanyak 175 siswi dan melukai lebih dari 95 anak lainnya.
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Republik Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan serangan terhadap anak-anak tak berdaya yang hanya sedang belajar untuk membangun masa depan merupakan bentuk kejahatan perang.
“Anak-anak yang berada di kelas untuk mendapatkan pendidikan menjadi korban serangan rudal. Ini adalah pelanggaran jelas terhadap prinsip pembedaan antara sasaran militer dan non-militer,” kata Boroujerdi dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, bahkan pejabat AS sendiri telah mengakui mereka terlibat dalam serangan tersebut. Pengakuan ini menjadi bukti tanggung jawab langsung pelaku dan menegaskan perlunya pertanggungjawaban hukum melalui mekanisme internasional.
Serangan terhadap sekolah dasar juga dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa yang mengatur perlindungan warga sipil selama konflik bersenjata. Warga sipil khususnya anak-anak dan tempat pendidikan seharusnya selalu terlindungi dari serangan militer.
“Penyerangan terhadap wilayah Iran dan kawasan sipil tidak hanya melanggar kedaulatan negara merdeka, tetapi juga merusak prinsip penyelesaian sengketa secara damai di sistem internasional,” jelas Boroujerdi.
Hal ini menjadi lebih mengkhawatirkan karena saat serangan terjadi, Iran tengah melakukan upaya diplomasi dan dialog untuk mencapai solusi damai serta meningkatkan stabilitas kawasan.
Kedubes Iran menyerukan kepada masyarakat internasional, termasuk Indonesia, organisasi Islam, lembaga HAM (Hak Asasi Manusia), dan pembela hak anak agar tidak tetap diam. Mereka diharapkan dapat mengecam tindakan tersebut, mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban, dan mencegah terjadinya tragedi serupa di masa depan.
“Perlindungan kehidupan anak-anak dan warga sipil adalah tanggung jawab bersama seluruh negara di dunia,” tegasnya.
Sebelumnya, penyelidikan awal menyatakan bahwa rudal yang digunakan dalam serangan di sekolah dasar tersebut berasal dari Amerika Serikat. Selain menyerang sekolah di Minab, AS dan Israel juga melancarkan serangan terhadap beberapa target lainnya di Iran termasuk wilayah ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. (nas)











