• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Pedagang di Rajamandala Bandung Siap Layani Pemudik

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 15 Maret 2026 - 02:20
in Nusantara
bandung

Salah satu pedagang sedang membungkus minuman di Kawasan Jembatan Rajamandala pada Sabtu (14/3/2026). ANTARA/Farika Nur Khtimah

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pedagang di kawasan Jembatan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mulai bersiap menghadapi arus mudik Lebaran meski hingga H-7 kondisi penjualan masih relatif sepi.

Seorang pedagang minuman cincau di lokasi tersebut, Mia atau yang akrab disapa Teh Mia, mengatakan dirinya telah berjualan di sekitar jembatan sejak 2010.

BacaJuga:

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Kolaka Timur di Sultra, Hiposenter Hanya 9 Km

Sinergi Bea Cukai Madiun bersama Polres dan Denpom, Amankan 3,1 Juta Batang Rokok Ilegal Di Tol Ngawi-Kertosono

Bea Cukai Musnahkan 31,9 Juta Batang Rokok dan 1,6 Ribu Liter Minuman Beralkohol Ilegal di Makassar

“Dulu awal jualan cincau saja. Tahun 2010 sampai 2011 sehari bisa dapat sampai Rp2 juta kalau lagi ramai,” kata Mia di kedainya, Sabtu (14/3/2026).

Menurut dia, kondisi kawasan Rajamandala berubah setelah Jalan Tol Cipularang beroperasi karena banyak kendaraan memilih jalur tol dibanding melintasi jalan tersebut.

Saat ini, pendapatan yang diperoleh dari berjualan di sekitar jembatan tersebut jauh menurun.

“Sekarang paling sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sehari. Makanya jualannya tidak cuma cincau, tapi macam-macam,” katanya.

Pedagang lain, Reni, mengatakan arus kendaraan yang melintas hingga H-7 Lebaran belum berdampak signifikan terhadap jumlah pembeli.

“Sekarang masih sepi. Biasanya mulai ramai tiga hari sebelum Lebaran,” kata Reni.

Ia menambahkan sebagian besar pembeli merupakan pemudik yang berhenti untuk beristirahat saat melintas di jalur Bandung menuju Cianjur.

Menurut Reni, peningkatan pembeli biasanya terjadi pada malam hari karena banyak pemudik memilih melanjutkan perjalanan saat suhu udara lebih sejuk.

“Kalau malam biasanya lebih ramai. Yang berhenti kebanyakan motor,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Hani, juga memperkirakan lonjakan pembeli baru akan terasa mendekati Lebaran.

“Biasanya mulai ramai H-3 sampai H-1 Lebaran,” kata Hani.

Jembatan Rajamandala sendiri kata Mia, merupakan jalur penghubung Bandung Barat dengan Kabupaten Cianjur yang telah ada sejak sekitar 1980-an dan sempat menjadi jalur berbayar sebelum dibuka sebagai jalan umum pada 1996. (ney)

Tags: pedagangpemudikRajamandala Bandung

Berita Terkait.

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Kolaka Timur di Sultra, Hiposenter Hanya 9 Km
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Kolaka Timur di Sultra, Hiposenter Hanya 9 Km

Senin, 11 Mei 2026 - 21:55
Petugas
Nusantara

Sinergi Bea Cukai Madiun bersama Polres dan Denpom, Amankan 3,1 Juta Batang Rokok Ilegal Di Tol Ngawi-Kertosono

Senin, 11 Mei 2026 - 16:36
Pemusnahan
Nusantara

Bea Cukai Musnahkan 31,9 Juta Batang Rokok dan 1,6 Ribu Liter Minuman Beralkohol Ilegal di Makassar

Senin, 11 Mei 2026 - 14:54
bc
Nusantara

Bea Cukai Gencarkan Operasi di Jawa Barat, Amankan Lebih dari 2 Juta Batang Rokok Ilegal

Senin, 11 Mei 2026 - 12:32
Irene Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nusantara

KKP-Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur dan Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:07
Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal
Nusantara

Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    786 shares
    Share 314 Tweet 197
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    710 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.