• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Konflik Timur Tengah, Komnas Haji: Kebijakan Arab Saudi Jadi Penentu Penyelenggaraan Haji 2026

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:31
in Nasional
Ilustrasi- Pelaksanaan haji. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi- Pelaksanaan haji. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) menilai kebijakan pemerintah Arab SaudKomnasHajii akan menjadi faktor kunci dalam menentukan kelanjutan penyelenggaraan ibadah haji 2026 atau 1447 Hijriah di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah.

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mengatakan situasi geopolitik yang memanas akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi memengaruhi keamanan serta ruang udara yang menjadi jalur penerbangan jemaah haji.

BacaJuga:

Sambut 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta Warga

Kebocoran Data Internal Picu Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, KPK Siapkan Aturan Baru

Medsos Bukan Ruang Bebas, DPR Ingatkan Bahaya Eksploitasi Anak dalam Promosi Vape

Menurutnya, kondisi ini menjadi ujian berat bagi pemerintah Indonesia menjelang keberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana yang dijadwalkan kurang dari dua bulan lagi. Indonesia sendiri memiliki kuota sekitar 221 ribu jemaah, menjadikannya negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia.

“Keamanan jemaah tentu menjadi prioritas utama. Namun keputusan untuk membatalkan pemberangkatan juga tidak mudah karena dapat memicu penumpukan antrean haji dan berdampak pada berbagai kontrak layanan yang sudah disepakati,” kata Mustolih melalui gawai, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan pembatalan sepihak juga berpotensi menimbulkan persoalan besar karena biaya penyelenggaraan haji yang mencapai triliunan rupiah telah digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti penerbangan, hotel, konsumsi, transportasi, hingga layanan di Masyair yang sebagian besar melibatkan perusahaan swasta.

Karena itu, Komnas Haji meminta pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melakukan kajian komprehensif sebelum mengambil keputusan terkait penyelenggaraan haji tahun ini.

Kajian tersebut, kata Mustolih, perlu melibatkan sejumlah pihak, termasuk DPR, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, unsur intelijen, serta kedutaan besar Indonesia di kawasan Timur Tengah. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan sikap negara-negara pengirim jemaah lain seperti Malaysia, Pakistan, Turki, dan Yaman.

Menurutnya, pijakan utama dalam menentukan kebijakan tetap harus merujuk pada keputusan Arab Saudi sebagai tuan rumah penyelenggaraan ibadah haji.

“Apakah haji tetap diselenggarakan secara normal, dibatasi seperti saat pandemi, atau menerapkan protokol khusus jika situasi keamanan memburuk,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut dia, pemerintah Arab Saudi disebut masih menyatakan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. Meski demikian, Komnas Haji menilai pemerintah Indonesia perlu meminta jaminan keamanan yang jelas bagi ratusan ribu jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Mustolih juga mengingatkan bahwa dalam sejarahnya, penyelenggaraan haji bagi jemaah Indonesia kerap berlangsung di tengah situasi global yang tidak stabil.

Ia mencontohkan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia hingga saat terjadinya perang dunia dan konflik regional seperti Perang Teluk antara Iran dan Irak pada 1990, pengiriman jemaah haji dari Indonesia tetap berjalan.

“Preseden sejarah tersebut bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan, meski harus diakui bahwa lanskap perang modern saat ini melibatkan teknologi jarak jauh yang jauh lebih destruktif,” kata Mustolih. (nas)

Tags: Ibadah Haji 2026jemaah haji indonesiaKomnas HajiKonflik Timur Tengah

Berita Terkait.

Sambut 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta Warga
Nasional

Sambut 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta Warga

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:02
Kebocoran Data Internal Picu Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, KPK Siapkan Aturan Baru
Nasional

Kebocoran Data Internal Picu Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, KPK Siapkan Aturan Baru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:31
Medsos Bukan Ruang Bebas, DPR Ingatkan Bahaya Eksploitasi Anak dalam Promosi Vape
Nasional

Medsos Bukan Ruang Bebas, DPR Ingatkan Bahaya Eksploitasi Anak dalam Promosi Vape

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:05
Kolaborasi Geely dan Garasi Drift Tampilkan Wajah Baru Coolray di GIIAS 2026
Nasional

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung oleh Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:25
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Nasional

DPD RI: RUU Bahasa Daerah Jaga Warisan Budaya di Era AI

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:04
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Nasional

Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2092 shares
    Share 837 Tweet 523
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.