INDOPOSCO.ID – Ferry Juliantono selaku Menteri Koperasi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia dengan Al Jamiyatul Washliyah untuk mengembangkan usaha berbasis koperasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Turut mendampingi dalam acara tersebut Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah serta Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama sejumlah pejabat lainnya.
Dari pihak organisasi, hadir Ketua Umum Al Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis dan Sekretaris Jenderal Amran Arifin beserta jajaran pengurus.
Fokus Pelatihan dan Pengembangan Usaha
Ferry Juliantono menjelaskan kerja sama tersebut akan mencakup berbagai program, mulai dari pelatihan, pengembangan usaha, hingga berbagai bentuk kolaborasi lain yang memberi manfaat bagi kedua pihak.
“Bagi kami di Kementerian Koperasi tentu terbuka dengan kegiatan yang dilakukan berbagai organisasi keagamaan, termasuk yang kami lakukan sekarang dengan Jamiyatul Washliyah,” ujar Ferry.
Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, sehingga pengembangannya membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Dorong Koperasi Syariah dan Digitalisasi
Dalam kerja sama ini, pemerintah juga menargetkan penguatan kelembagaan koperasi, khususnya koperasi berbasis syariah. Selain itu, program kolaborasi juga mencakup peningkatan literasi, edukasi, penyuluhan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menkop menambahkan bahwa digitalisasi koperasi juga menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha.
“Sebagai contoh implementasinya, unit simpan pinjam koperasi berbasis syariah yang dikembangkan di desa,” kata Ferry.
Ia menilai koperasi berbasis syariah berpotensi menjadi sarana pendidikan ekonomi bagi masyarakat desa sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal.
Dukungan untuk Kopdes Merah Putih
Ferry juga menyambut baik peran aktif Al Jamiyatul Washliyah dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang merupakan gerakan nasional untuk menghadirkan koperasi berbasis komunitas di setiap desa.
“Kami yakin dengan jejaring dan rekam jejak Al Jamiyatul Washliyah, kolaborasi ini akan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Menurut Ferry, koperasi bukan sekadar program kementerian, melainkan gerakan nasional yang berlandaskan nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong.
Jamiyatul Washliyah Perkuat Peran Ekonomi
Sementara itu, Ketua Umum Al Jamiyatul Washliyah, Masyhuril Khamis, mengatakan organisasinya yang berdiri di Medan sekitar 95 tahun lalu selama ini fokus pada bidang sosial keagamaan seperti pendidikan, pesantren, dan perguruan tinggi.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, organisasi tersebut mulai mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi, termasuk koperasi.
“Alhamdulillah kami sudah berdiskusi. Karena itu kami berharap kolaborasi ini betul-betul bisa kita implementasikan sejalan dengan visi pemerintah yang luar biasa,” ujar Masyhuril. (srv)










