• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”, Komisioner Harap Jadi Perumusan Sistem Pemilu ke Depan

Dilianto - Editor Dilianto -
Kamis, 12 Maret 2026 - 20:30
in Nasional
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Herwyn JH Malonda, menggelar diskusi dan bedah buku berjudul “Bawaslu di Tengah Era Big Data” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Foto: Dilianto/INDOPOSCO

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Herwyn JH Malonda, menggelar diskusi dan bedah buku berjudul “Bawaslu di Tengah Era Big Data” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Foto: Dilianto/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Herwyn JH Malonda, menggelar diskusi dan bedah buku berjudul “Bawaslu di Tengah Era Big Data” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Buku yang merupakan karya kolaborasi antara Herwyn dan akademisi dari Universitas Negeri Manado, Irene Tengkawarow, ini mengulas transformasi pengawasan pemilu di tengah perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan big data dalam demokrasi modern.

BacaJuga:

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Herwyn menjelaskan, buku tersebut membahas bagaimana demokrasi kini telah memasuki era digital dan berbasis data.

“Karena itu, kerja-kerja pengawasan pemilu juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu membaca potensi kerawanan sejak dini. Dimana saya berkolaborasi dengan Ibu Doktor Irene. Saya masuk dalam konteks pengawasan pemilu, sementara Ibu Irene pada aspek big data-nya,” ujar Herwyn dalam pembumaan bedah buku tersebut.

Menurutnya, dalam era demokrasi digital, pengawasan pemilu tidak bisa lagi dilakukan secara reaktif. Pendekatan berbasis data dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi masalah dan kerawanan dalam proses pemilu.

“Demokrasi saat ini sudah masuk pada era data. Ketika kita melaksanakan kerja-kerja pengawasan, kita tidak bisa hanya merespons masalah secara reaktif. Kita harus memahami lebih dulu potensi kerawanan pemilu,” jelasnya.

Ia juga menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi dalam demokrasi. Jika sebelumnya aktivitas politik banyak terjadi di ruang fisik, kini interaksi juga berlangsung secara masif di ruang digital.

Melalui buku tersebut, Herwyn juga berharap gagasan yang disampaikan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan sistem pemilu Indonesia ke depan, khususnya dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu di parlemen.

“Mudah-mudahan buku ini bisa memengaruhi kebijakan ke depan sekaligus menjadi evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan selama ini,” harapnya.

Diskusi dan bedah buku itu juga menghadirkan Ketua Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPDEM), Achmad Satryo Yudhantoko, sebagai pembedah yang memberikan perspektif terhadap isi buku dan relevansinya dengan dinamika demokrasi saat ini. (dil)

Tags: BawasluBig DataRUU Pemilu

Berita Terkait.

kemenag
Nasional

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Minggu, 19 April 2026 - 17:17
Air-Minum-Dalam-Kemasan
Nasional

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Minggu, 19 April 2026 - 15:02
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 06:45
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Minggu, 19 April 2026 - 05:14
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 04:23
miinuman
Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.