• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Riset UI: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pendapatan Warga dan Tekan Pengeluaran Keluarga

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 11 Maret 2026 - 17:07
in Nasional
ui

Peneliti UI ketika memaparkan hasil riset program MBG yang mendorong pendapatan dan kurangi pengeluaran. Foto: ANTARA/HO-Humas UI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penelitian dari Universitas Indonesia mengungkap bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan serta menekan pengeluaran rumah tangga.

Riset tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia yang dipimpin oleh Fentiny Nugroho bersama tim peneliti Dr. Annisah, Dr. Anna Sakreti Nawangsari, Dr. Arif Wibowo, serta Shinta Tris Irawati.

BacaJuga:

Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Beri Beasiswa Digital di Monash University Indonesia

Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Ledakan AI Ubah Lanskap Dunia, Wamendiktisaintek Tekankan 3 Peran Kunci Perguruan Tinggi

Prof. Fentiny menjelaskan penelitian ini menelaah secara kritis dampak Program MBG terhadap dinamika ekonomi rumah tangga, mulai dari perubahan struktur pendapatan hingga pola pengeluaran keluarga.

“Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu menggerakkan dana hingga Rp10–12 miliar per tahun. Sekitar 85 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku dari petani lokal,” kata Fentiny di Kampus UI Depok, Rabu (11/3/2026).

Ciptakan Lapangan Kerja dan Pendapatan Baru

Dalam riset tersebut, setiap unit SPPG disebut dapat mempekerjakan sekitar 50 orang serta melibatkan puluhan petani dan pemasok bahan pangan.

Selain itu, relawan yang terlibat dalam operasional SPPG kini memperoleh penghasilan harian sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu.

“Mereka menyampaikan rasa senang karena kini memiliki penghasilan harian yang relatif stabil, berkisar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu,” jelas Fentiny.

Pengeluaran Rumah Tangga Ikut Berkurang

Penelitian tersebut juga menemukan adanya penurunan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pangan bagi keluarga penerima manfaat Program MBG.

Dampak ini paling terasa bagi keluarga miskin dan rentan miskin karena sebagian kebutuhan makanan anak telah terpenuhi melalui program tersebut.

Meski demikian, sebagian orang tua mengaku pengeluaran keluarga mereka tidak banyak berubah karena tetap memasak makanan di rumah seperti biasa.

Potensi Jangka Panjang untuk SDM

Prof. Fentiny menilai dalam jangka pendek Program MBG dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait akses terhadap makanan bergizi.

Sementara dalam jangka panjang, program ini berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena nutrisi yang baik dapat mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

“Dengan nutrisi yang baik, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga di masa depan mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan dan meningkatkan kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya.

Meski memberikan dampak positif, penelitian ini juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk penguatan Program MBG.

Beberapa di antaranya adalah melakukan asesmen kebutuhan menu bagi penerima manfaat, memperhatikan aspirasi anak dalam penentuan menu, memprioritaskan wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, serta meningkatkan sarana makan yang higienis dan berkualitas.

Selain itu, peneliti juga merekomendasikan agar kantin sekolah yang terdampak program dapat diberdayakan menjadi unit usaha yang memasok bahan baku bagi SPPG.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), observasi, serta studi dokumen.

Riset dilakukan di tiga wilayah, yakni Jakarta Timur, Depok, dan Tangerang Selatan, untuk melihat secara langsung dampak Program MBG terhadap masyarakat. (dam)

Tags: Makan Bergizi GratismbgRiset UI

Berita Terkait.

Monash University Indonesia.
Nasional

Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Beri Beasiswa Digital di Monash University Indonesia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:15
menhut
Nasional

Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:20
dikti
Nasional

Ledakan AI Ubah Lanskap Dunia, Wamendiktisaintek Tekankan 3 Peran Kunci Perguruan Tinggi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:02
kadin
Nasional

Bertemu Kadin di Istana, Prabowo: Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Kunci Pembangunan

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:43
kur
Nasional

Pemerintah Tegaskan KUR Rp100 Juta Bebas Agunan, Segera Lapor Jika Ada Pungli dan Calo

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:22
johny
Nasional

Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2057 shares
    Share 823 Tweet 514
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3141 shares
    Share 1256 Tweet 785
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.