• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rantai Distribusi Disisir, Middleman Diduga Picu Kenaikan Harga Ayam

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 10 Maret 2026 - 13:31
in Ekonomi
Pedagang melayani pembeli daging ayam ras di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/3/2026). Pemerintah menyoroti kenaikan harga daging ayam ras yang diduga dipicu praktik pedagang perantara (middleman) dalam rantai distribusi meski harga di tingkat peternak relatif stabil. Foto: ANTARA
Rantai Distribusi Disisir, Middleman Diduga Picu Kenaikan Harga Ayam

Pedagang melayani pembeli daging ayam ras di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/3/2026). Pemerintah menyoroti kenaikan harga daging ayam ras yang diduga dipicu praktik pedagang perantara (middleman) dalam rantai distribusi meski harga di tingkat peternak relatif stabil. Foto: ANTARA Rantai Distribusi Disisir, Middleman Diduga Picu Kenaikan Harga Ayam

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah bergerak cepat merespons lonjakan harga daging ayam ras yang tercatat memberi andil cukup besar terhadap inflasi, baik pada inflasi umum maupun komponen pangan bergejolak (volatile food) sepanjang Februari 2026. Di tengah pemantauan tersebut, pemerintah juga menemukan indikasi ketidakwajaran harga dalam rantai distribusi yang diduga dipicu oleh aktivitas pedagang perantara atau middleman.

Menteri Dalam Negeri Tito (Mendagri) Karnavian dalam rapat pengendalian inflasi di Jakarta, menyoroti adanya pihak perantara dalam rantai pasok daging ayam ras yang berpotensi memicu fluktuasi harga. Ia meminta Badan Pangan Nasional (Bapanas) memetakan wilayah yang mengalami kenaikan harga sekaligus mengidentifikasi penyebabnya.

BacaJuga:

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Program Sekolah Energi Berdikari Pertamina NRE Bawa Energi Surya ke SD Gunung Bayu

“Daging ayam ras, Bapanas harus berpikir, di daerah mana saja yang terjadi kenaikan daging ayam ras, apa penyebabnya, dan Bapak Menteri Pertanian sebagai Kepala Bapanas sudah menyampaikan bahwa ada pihak middleman, (karena) harga tingkat peternak tidak terjadi kenaikan, tapi (naik) ketika masuk ke middleman. Artinya pihak yang membeli dari peternak, (lalu) menjual ke publik, itu yang menaikkan harga,” ujar Tito dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Meski demikian, Tito juga mengapresiasi tren perbaikan yang mulai terlihat. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras mulai menurun. Sebaliknya, jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH justru meningkat dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.
“Daging ayam ras ada 176 (kabupaten/kota) yang mengalami kenaikan, yang mengalami penurunan 96 kabupaten/kota. Kita beruntung beras, komoditas yang paling utama, itu tidak menempati posisi lima besar. Meskipun ada 102 (kabupaten/kota) yang terjadi kenaikan, tapi kenaikan yang masih dalam toleransi beras, karena kita swasembada,” urai Tito.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tren harga daging ayam ras mulai menunjukkan koreksi pada awal Maret. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH tercatat turun menjadi 176 kabupaten/kota, lebih rendah dibandingkan pada pekan ketiga dan keempat Februari yang sempat mencapai 198 dan 209 kabupaten/kota.

Sebaliknya, wilayah yang mencatatkan penurunan IPH semakin bertambah. Hingga pekan pertama Maret, jumlahnya mencapai 96 kabupaten/kota, meningkat dibandingkan dua pekan sebelumnya yang masing-masing berada di angka 88 dan 84 kabupaten/kota.

Terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan menumpas praktik middleman dan tidak menoleransi penyebab anomali harga di tengah kecukupan produksi nasional.

“Daging ayam itu aku beresin. Memang sedikit saja naiknya, cuma tidak ada toleransi. (Pihak) yang menaikkan ternyata middleman. Ayam dinaikkan Rp 8.000. Itu tidak benar. Produsennya sudah tidak naikkan. Ini harus ditindak. Kami minta segel, tutup, karena sudah ada harga acuan, tidak boleh ada yang melanggar,” tegas Amran.

Untuk menjaga harga tetap sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP), pemerintah juga melakukan intervensi pasar melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), masyarakat dapat memperoleh daging ayam beku berkualitas premium dengan harga maksimal Rp 40.000 per kg. (her)

Tags: Badan Pusat StatistikHarga AyamIndeks Perkembangan Harga

Berita Terkait.

Ponpes
Ekonomi

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Minggu, 27 September 2026 - 16:08
IABC
Ekonomi

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 15:07
SD-Negeri-091686
Ekonomi

Program Sekolah Energi Berdikari Pertamina NRE Bawa Energi Surya ke SD Gunung Bayu

Minggu, 27 September 2026 - 13:05
Hery-Lesmana
Ekonomi

PDC Dorong Tempesantren Mandiri, Omzet Tembus Rp75 Juta per Bulan

Minggu, 27 September 2026 - 11:13
Bantuan
Ekonomi

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Bekali Siswa Sulsel dengan Literasi Keuangan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21
mendag
Ekonomi

Kemendag Minta UMKM Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Produk

Minggu, 27 September 2026 - 04:14

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
Karate

FORTIS Series-II 2026 Siapkan 231 Kelas, Bidik 1.750 Atlet Karate

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3877 shares
    Share 1551 Tweet 969
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    992 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.