INDOPOSCO.ID – Di tengah tuntutan industri yang terus bergerak cepat, PT Patra Drilling Contractor (PDC) memilih tidak sekadar beradaptasi, tetapi memperkuat fondasi dari dalam. Salah satunya melalui peran strategis Agent of Change (AoC) yang kembali “dipertajam” lewat kegiatan Upskilling and Coaching di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (30/4/2026).
Sebanyak 28 AoC dari berbagai lini fungsi berkumpul, bukan hanya untuk belajar, tetapi juga menyelaraskan langkah dalam menjaga denyut transformasi budaya perusahaan agar tetap relevan, kolaboratif, dan berdampak nyata pada kinerja.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, mengatakan peran AoC jauh melampaui sekadar formalitas organisasi.
“Agent of Change bukan sekadar peran tambahan, tetapi motor penggerak yang memastikan budaya perusahaan benar-benar hidup dalam setiap proses kerja,” ujarnya.
Pesan serupa diperkuat oleh Riyan Tamara, Manager Organization & QM dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) . Ia menyoroti pentingnya konsistensi AoC sebagai penjaga ritme budaya perusahaan yang sudah terbentuk, sekaligus sebagai teladan dan katalis perubahan.
Dalam sesi pemaparan, perspektif strategis disampaikan oleh Vonica Risyani dari Pertamina Hulu Energi (PHE). Ia mengulas arah transformasi melalui konsep One Pertamina serta bagaimana setiap individu memiliki peran dalam mewujudkannya.
“Tahun ini, AoC diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan yang berkelanjutan, mampu mempertahankan hal-hal yang sudah baik sekaligus mendorong peningkatan di area yang masih perlu diperbaiki,” ucapnya.
Tak berhenti di teori, forum ini juga menjadi ruang evaluasi dan penyelarasan strategi. Tim Culture & Change Management PHE memaparkan hasil analisis Project Charter Budaya 2026 PDC, yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari tiga fungsi utama, yakni Finance and Business Solution (FBS), Operation, serta Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Setiap fungsi mengungkap tantangan nyata di lapangan, sekaligus menawarkan pendekatan strategis untuk memastikan budaya kerja tidak hanya menjadi slogan, tetapi praktik yang terukur.
VP Operation PDC, Agus Sudjatmoko, menekankan pentingnya sinkronisasi antar inisiatif agar dampaknya benar-benar terasa.
“Melalui kegiatan ini, perusahaan memastikan bahwa setiap inisiatif budaya yang dijalankan AoC memiliki dampak nyata, terukur, dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” katanya.
Melalui langkah ini, PDC mempertegas komitmennya: transformasi budaya bukan proyek sesaat, melainkan perjalanan berkelanjutan, dan AoC adalah penggerak utamanya. (her)










