INDOPOSCO.ID – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mendorong terobosan baru dalam pembiayaan UMKM dengan menjadikan merek kolektif sebagai jaminan kredit perbankan. Gagasan ini dinilai mampu mengangkat nilai ekonomi produk lokal sekaligus memperkuat daya saing koperasi nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam peluncuran buku “Penguatan Koperasi Merah Putih Melalui Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif” karya Dewi Tenty Septi Artiany di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurut Ferry, merek kolektif tidak hanya berfungsi sebagai pelindung identitas produk lokal, tetapi juga sebagai aset kekayaan intelektual bernilai tinggi yang layak diakui oleh sektor perbankan.
“Ke depan, merek kolektif harus bisa menjadi jaminan untuk mengakses kredit. Ini sedang kami perjuangkan bersama pemerintah agar diakui dan dimanfaatkan oleh perbankan nasional,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dan Anggota DPR RI Bambang Soesatyo.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga memaparkan perkembangan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia mengungkapkan, lebih dari 30 ribu unit koperasi saat ini tengah dibangun, dengan sekitar 6 ribu unit telah rampung dan siap beroperasi.
KDKMP dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa melalui lima fungsi utama untuk memutus rantai ketertinggalan ekonomi dari sektor BUMN dan swasta.
Pertama, distribusi barang bersubsidi yang menjual gas, pupuk, beras, hingga minyak goreng dengan harga subsidi. Kedua, menjadi penyerap hasil tani, perikanan, dan produk UMKM lokal agar masyarakat memiliki kepastian pasar.
Ketiga, menjadi instrumen agar bantuan pangan, PKH, dan Bansos tepat sasaran sampai ke penerima manfaat. Keempat, menyediakan alternatif pinjaman produktif bagi warga desa untuk melawan jeratan rentenir dan pinjaman online (pinjol).
Dan kelima, menjadi pusat logistik dan pergudangan yang dilengkapi dengan mesin pascaproduksi seperti pengering gabah dan cold storage untuk menjaga kualitas komoditas desa. Selain itu, KDKMP juga akan dilengkapi dengan klinik desa dan apotek untuk mempermudah akses kesehatan masyarakat.
Menutup sambutannya, Menkop memberikan pesan kuat kepada para pelaku UMKM yang telah dibimbing oleh Dewi Tenty. Ia menjamin bahwa produk-produk lokal, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan rumah tangga, akan diprioritaskan untuk dijual di seluruh gerai Koperasi Desa Merah Putih.
“Jangan takut tidak laku. Kami akan memastikan produk UMKM lokal diprioritaskan di gerai koperasi desa di seluruh Indonesia. Pemerintah akan mendampingi, memfasilitasi, hingga membiayai produksinya agar kita berdaulat secara ekonomi,” ucapnya. (srv)











