• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Diplomat Ingatkan Risiko Kerja Sama Baru Indo-Pasifik

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:06
in Internasional
diplomat

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Soemadi Brotodiningrat (tengah) saat menjadi pembicara dalam dalam FPCI-GRIPS Joint Seminar di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Diplomat Indonesia memperingatkan risiko pencampuran kepentingan ekonomi, perdagangan, politik, dan keamanan dalam praktik kerja sama bilateral baru di kawasan Indo-Pasifik yang dinilai dapat mengganggu komitmen terhadap perjanjian internasional berbasis aturan.

Peringatan itu disampaikan mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Soemadi Brotodiningrat, dalam FPCI-GRIPS Joint Seminar di Jakarta, Jumat (6/3/2026), merujuk pada semakin beragamnya instrumen kerja sama yang melibatkan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

BacaJuga:

Menlu Iran Temui Wang Yi di Beijing, Bahas Ketegangan di Timur Tengah

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

“Dengan praktik bilateral transisional yang memuat komitmen terhadap aturan yang diterima, serta pencampuran kepentingan ekonomi dan perdagangan dengan tujuan politik dan keamanan, penting bagi kita untuk mencermati secara saksama bagaimana hal ini dapat memengaruhi kita,” kata Soemadi.

Ia menilai praktik bilateral transisional tersebut berpotensi memengaruhi hubungan yang selama ini dibangun melalui berbagai perjanjian berbasis aturan, termasuk kemitraan bilateral antara Indonesia dan Jepang.

“Soal yang saya khawatirkan adalah implementasi perjanjian berbasis aturan itu dapat terancam oleh komitmen baru yang justru diperkenalkan melalui sistem bilateral jenis ini,” ujarnya.

Menurut Soemadi, kawasan Indo-Pasifik sebenarnya telah memiliki berbagai skema kerja sama regional, bahkan sejumlah perjanjian yang mengikat secara hukum dan telah berjalan selama ini.

Ia mencontohkan konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP) dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang menekankan stabilitas, keterbukaan, serta kerja sama antarnegara.

Selain itu, terdapat pula berbagai mekanisme regional yang berpusat pada ASEAN, seperti ASEAN Plus One, Plus Three, dan Plus Five.

Dalam konteks hubungan bilateral, Soemadi mengatakan Indonesia dan Jepang telah berhasil melampaui beban konflik sejarah dan berkembang menjadi kemitraan strategis yang semakin erat.

“Kami menyadari bahwa hubungan yang baik bukan hanya hasil dari kepentingan dan nilai bersama, tetapi juga dari saling pengertian serta penerimaan atas perbedaan,” katanya.

Karena itu, ia menilai kunci hubungan antarnegara, terutama antara Indonesia dan Jepang, adalah memastikan setiap perbedaan tidak berkembang menjadi pertentangan.

“Yang paling penting adalah kedua pihak bersedia dan siap mencegah setiap perbedaan berkembang menjadi pertentangan dan benih konflik,” ujarnya. (bro)

Tags: diplomatIndo-PasifikKerjasama

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Menlu Iran Temui Wang Yi di Beijing, Bahas Ketegangan di Timur Tengah

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:22
Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:05
Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:01
Kapal-Tanker
Internasional

Kapal Korsel Terbakar di Selat Hormuz, Investigasi Dilakukan Usai Sandar di Pelabuhan

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:44
Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Internasional

Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Senin, 4 Mei 2026 - 23:22
Tahan Banting di Tengah Konflik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil dan Optimistis
Internasional

Dubes RI untuk Kanada Banggakan Produk Indonesia pada SIAL 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 23:01

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.