INDOPOSCO.ID – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengecam keras serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Iran, Sabtu (28/2/2026), sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional.
“Pembunuhan siswa di tempat yang didedikasikan untuk belajar merupakan pelanggaran serius terhadap perlindungan yang diberikan kepada sekolah-sekolah berdasarkan hukum humaniter internasional,” kata UNESCO dalam keterangannya seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan rangkuman berbagai sumber menyebutkan, lebih dari 160 orang meninggal dunia dalam serangan bom tersebut. Sebagian besar korban berstatus pelajar.
Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Dentuman ledakan dilaporkan terdengar di berbagai sudut kota Teheran, memicu kepulan asap yang terlihat jelas oleh warga setempat.
Korban meninggal dunia sebelumnya dilaporkan berjumlah 53 orang, setelah serangan udara Israel menghantam sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada Sabtu (28/2/2026). Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
Laporan Kantor berita resmi Republik Islam Iran (IRNA) menyebutkan, petugas terus membersihkan puing-puing di lokasi tersebut. Sementara itu, sebanyak 63 orang lainnya terluka.
Serangan udara tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan militer bersama AS-Israel di seluruh Iran yang memicu meletusnya kekerasan regional.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membagikan foto serangan tersebut, yang menurutnya menghancurkan sekolah perempuan dan menewaskan anak-anak tak berdosa.
“Kejahatan terhadap Rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tulis Araghchi terpisah dalam postingannya di X seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (28/2/2026). (dan)










