• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Transisi Energi Bersih Masuk Agenda Diplomasi Strategis RI

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 3 Maret 2026 - 11:03
in Ekonomi
Direktur Eksekutif Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, dalam peluncuran laporan bertajuk Transformative Partnerships for Indonesia’s Clean Energy Transition, di Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Dokumen Synergy Policies

Direktur Eksekutif Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, dalam peluncuran laporan bertajuk Transformative Partnerships for Indonesia’s Clean Energy Transition, di Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Dokumen Synergy Policies

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) secara resmi mengangkat transisi energi bersih sebagai bagian integral dari diplomasi strategis Indonesia. Langkah ini disertai seruan untuk melakukan kalibrasi ulang kemitraan internasional guna memastikan kerja sama yang berkeadilan, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang.

Kebijakan tersebut ditegaskan dalam peluncuran laporan bertajuk Transformative Partnerships for Indonesia’s Clean Energy Transition, di Jakarta, Senin (2/3/2026).

BacaJuga:

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Laporan ini menandai upaya strategis untuk menempatkan transisi energi bersih bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan sebagai pilar utama pembangunan jangka panjang sekaligus instrumen kebijakan luar negeri Indonesia.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Muhamad Takdir, mengatakan Kemlu perlu memainkan peran koordinatif yang lebih kuat guna memastikan koherensi antara diplomasi, strategi industri, dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Diplomasi transisi energi harus menjamin keadilan, saling menguntungkan, serta menghasilkan dampak pembangunan jangka panjang, khususnya bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kompetisi global yang semakin ketat,” ujarnya.

Laporan tersebut disusun oleh Synergy Policies bersama BSKLN Kemlu RI dan didukung oleh ViriyaENB. Dokumen itu menegaskan negara-negara berkembang perlu mampu menavigasi transisi energi global di tengah meningkatnya kompetisi geopolitik atas rantai pasok, mineral kritis, kebijakan industri, serta dominasi teknologi hijau.

Direktur Eksekutif Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menekankan bagi Indonesia, transisi energi bersih tidak terpisahkan dari kedaulatan ekonomi dan otonomi strategis. Menurutnya, model kerja sama yang hanya berfokus pada investasi tidak cukup untuk mendorong transformasi struktural.

“Transformasi harus diukur dari penguatan kapabilitas domestik, peningkatan nilai tambah produksi, serta daya saing jangka panjang,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja (kiri), dalam peluncuran laporan bertajuk Transformative Partnerships for Indonesia’s Clean Energy Transition, di Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Dokumen Synergy Policies

Laporan tersebut mengusulkan kerangka kemitraan transformatif yang mendorong pengembangan industri bersama, kolaborasi riset terapan, produksi bersama, peningkatan kapasitas tenaga kerja, hingga pembangunan ekosistem industri berkelanjutan.

Pendekatan ini dinilai selaras dengan diskursus global di berbagai forum multilateral seperti G20 dan ASEAN, termasuk dialog Uni Eropa–Indo-Pasifik mengenai transisi energi berkeadilan dan ketahanan rantai pasok.

Senior Advisor Synergy Policies, Marzuki Darusman, menekankan pentingnya pendekatan whole-of-nation dalam tata kelola iklim.

“Pendekatan ini menyelaraskan kebijakan luar negeri, strategi industri, sistem keuangan, serta partisipasi masyarakat secara menyeluruh,” tegasnya.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Mohamad Fadhil Hasan, yang menyatakan komitmen untuk melibatkan seluruh mitra guna memastikan percepatan transisi energi bersih sejalan dengan target nasional.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyebut dukungan penuh Kemlu sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara aktor negara dan non-negara dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan.

Peluncuran laporan ini turut dihadiri pembuat kebijakan, diplomat, perwakilan kedutaan besar negara sahabat, asosiasi bisnis termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta asosiasi energi terbarukan seperti Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Selain itu, hadir pula pelaku sektor manufaktur hijau, pengolahan mineral kritis, pembiayaan berkelanjutan, akademisi, serta media.

Laporan ini dirumuskan melalui empat forum lintas sektor sejak Agustus 2025 yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pelaku usaha, akademisi, hingga media. Proses tersebut mengintegrasikan berbagai perspektif kebijakan dan tata kelola guna memastikan strategi yang dihasilkan memiliki landasan teknokratik kuat, selaras dengan agenda pembangunan nasional, serta responsif terhadap dinamika ekonomi-politik domestik dan global. (rmn)

Tags: diplomasiEnergi BersihKebijakan Luar NegeriSynergy Policies

Berita Terkait.

Jakarta-Great-Sale-2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07
Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah
Ekonomi

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:50

BERITA POPULER

  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1429 shares
    Share 572 Tweet 357
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    839 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.