INDOPOSCO.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal di seluruh negeri, meski eskalasi konflik di wilayah tersebut terus meningkat.
Dalam unggahannya melalui media sosial X, Pezeshkian menyatakan bahwa otoritas terkait tengah berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah seiring perkembangan situasi.
“Kami berada dalam kontak langsung dengan para gubernur. Situasi ini luar biasa, tetapi negara belum berhenti beroperasi,” kata Pezeshkian dalam akun X pribadinya seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Situasi di Timur Tengah saat ini berada pada fase eskalasi yang sangat kritis dan berbahaya. Ketegangan telah meluas menjadi konflik terbuka yang melibatkan kekuatan regional dan global secara langsung.
Amerika Serikat dan Israel telah meluncurkan serangan militer besar-besaran ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Operasi itu diklaim sebagai “serangan pencegahan” terhadap fasilitas militer Teheran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan udara tersebut pada Minggu (1/3/2026). Media pemerintah Iran telah mengonfirmasi kabar tersebut, yang memicu kekhawatiran akan aksi balas dendam yang lebih masif.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal balistik tidak hanya ke wilayah Israel, tetapi juga ke pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. (dan)










