• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kunci Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemerintah Perluas Manfaat PIP sejak Jenjang TK

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 3 Maret 2026 - 12:53
in Nasional
Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Andhika Ganendra (berdiri) saat dialog bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik). Foto: Nasuha / INDOPOSCO

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Andhika Ganendra (berdiri) saat dialog bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik). Foto: Nasuha / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perluasan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi kunci peningkatan kualitas siswa dari keluarga kurang mampu.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Andhika Ganendra kepada indoposco.id, Selasa (3/3/2026). Andhika menuturkan, berdasarkan berbagai penelitian, anak yang sudah mendapatkan pengalaman belajar pada usia golden age, perkembangan akademiknya di SMA cenderung lebih pesat.

BacaJuga:

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka

“Pengalaman bersekolah sejak usia dini terbukti berpengaruh pada perkembangan akademik di jenjang selanjutnya,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, saat ini penerima bantuan pendidikan masih menunjukkan kesenjangan pada jenjang menengah atas. Di tingkat SD dan SMP, jumlah penerima relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Namun di SMA, lanjut dia, jumlah siswa laki-laki penerima bantuan menurun drastis. “Di SD dan SMP jumlahnya imbang. Tapi ketika masuk SMA, penerima laki-laki tinggal sekitar 20 persen. Sebagian putus sekolah, sebagian beralih ke SMK,” ucapnya.

“Ini menunjukkan program bantuan masih lebih banyak membuka akses, tetapi belum sepenuhnya meningkatkan kualitas pendidikan siswa miskin,” sambung Andhika.

Ia menilai salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya partisipasi pendidikan anak usia dini, karena biaya taman kanak-kanak yang selama ini dianggap mahal bagi keluarga kurang mampu. “Pemerintah mendorong wajib belajar yang mencakup pendidikan prasekolah serta menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sejak tingkat TK,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, pendidikan TK sudah masuk dalam skema wajib belajar. Meskipun baru pada tahap awal, bantuan pendidikan sudah diberikan sejak TKA.

“Perluasan bantuan pendidikan usia dini dilakukan dengan mengalokasikan ulang anggaran agar manfaatnya lebih luas,” ujarnya.

“Dengan alokasi yang sama, satu penerima di sekolah tertentu bisa setara dengan beberapa penerima di TK. Artinya, kita memanfaatkan anggaran yang ada untuk dampak yang lebih besar,” imbuhnya. (nas)

Tags: PAUDpendidikanPIPPuslapdik

Berita Terkait.

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:21
Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara
Nasional

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:55
Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka
Nasional

Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:31
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Nasional

Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:03
Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal
Nasional

Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:15
DPR Soroti Kesejahteraan Babinsa, Ribuan Prajurit di Daerah Masih Kekurangan Fasilitas Operasional
Nasional

DPR Soroti Kesejahteraan Babinsa, Ribuan Prajurit di Daerah Masih Kekurangan Fasilitas Operasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:02

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.