INDOPOSCO.ID – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) resmi menutup Selat Hormuz pada Selasa (3/3/2026). Langkah drastis di jalur air paling vital dunia itu mengancam stabilitas pasokan energi global karena memutus jalur distribusi seperlima konsumsi minyak bumi dunia.
“Harga minyak telah mencapai $81 dan dunia tentu menanti harganya mencapai setidaknya $200. Selat Hormuz ditutup,” kata IRGC dalam tayangan televisi Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Pihaknya mengancam akan mengerahkan pasukan Angkatan Laut dan Darat Korps Garda Revolusi Islam untuk membakar setiap kapal yang melewati selat tersebut.
“Pahlawan-pahlawan kami di Angkatan Laut dan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam akan membakar kapal-kapal yang ingin melintasi selat ini,” ujar IRGC.
Selain itu, mereka akan menargetkan pipa minyak pihak lawan di wilayah tersebut dan menegaskan tidak akan mengizinkan adanya ekspor minyak hingga berhasil memberikan tekanan kepada musuh.
“Amerika memiliki utang ratusan ribu miliar dolar, dan mereka haus akan minyak wilayah ini. Mereka tidak akan mendapatkan setetes pun,” imbuh IRGC.
Penutupan tersebut merupakan langkah yang diambil sebagai respons atas serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Jalur itu merupakan urat nadi energi global yang mengangkut sekitar 16-20 juta barel minyak per hari. (dan)










