INDOPOSCO.ID – Sebanyak 400 calon siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara dinyatakan lolos seleksi Nusantara Standard Test (NST) Tahap II. Selanjutnya, mereka akan bersaing dalam Seleksi Terpusat yang dijadwalkan berlangsung April 2026.
NST Tahap II menguji kompetensi Matematika dan IPA (soal dalam Bahasa Inggris), serta Bahasa Inggris. Perhitungan skor menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), dengan menghitung berdasarkan tingkat kesulitan soal yang dianalisis dari pola jawaban seluruh populasi peserta.
Ketua Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) sekaligus Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen. Pol. Anwar mengatakan, sistem tersebut menjaring anak-anak terbaik bangsa tanpa membedakan asal daerah maupun jenis sekolah.
“Yang dinilai adalah potensi, integritas, dan kapasitas untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” kata Anwar dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Sebanyak 400 peserta terbaik berasal dari SMP di 28 provinsi berbeda. 10 provinsi dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.
Komposisi peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75 persen) dan 149 perempuan (37,25 persen). Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari negeri 44 persen, swasta (kurikulum nasional) 42,5 persen, dan swasta (kurikulum internasional) 13,5 persen.
Menurutnya, kehadiran peserta dari 28 provinsi menegaskan bahwa agenda membangun generasi unggul adalah agenda nasional. “SMA KTB hadir sebagai bagian dari ikhtiar strategis menyiapkan kader bangsa yang siap bersaing secara global,” jelas Anwar.
Data menunjukkan ketatnya seleksi, dengan skor NST peserta 400 berada pada rentang 630 hingga 770, sementara rata-rata nasional 580. Itu menunjukan bahwa peserta yang lolos berada jauh di atas rata-rata nasional.
Dari total 2.644 peserta NST Tahap II, hanya sekitar 15,1 persen yang masuk dalam kategori 5-7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB), dan kelompok inilah yang kemudian ditetapkan sebagai 400 peserta terbaik nasional.
Ketua Tim SPMB Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) Dewi Amri menyatakan, bahwa sistem seleksi dirancang transparan, berbasis data, dan meritokrasi.
“400 peserta yang lolos merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi yang objektif,” ucap Dewi Amri. (dan)










