INDOPOSCO.ID – Sebanyak 50 ton arang tempurung kelapa milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Awunio, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, berhasil menembus pasar internasional melalui ekspor perdana ke Xiamen, Tiongkok, pada Sabtu (21/2).
Pengiriman dilakukan melalui Kendari New Port dan menghasilkan nilai devisa sebesar Rp734.500.000.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan ekspor berbasis potensi desa. KDMP Awunio tercatat sebagai koperasi desa merah putih kedua di Indonesia yang berhasil melakukan ekspor, sekaligus yang pertama di kawasan Indonesia bagian timur.
Dalam proses ekspor tersebut, Bea Cukai Kendari memberikan asistensi dan pendampingan guna memastikan kelancaran prosedur serta pemenuhan ketentuan kepabeanan.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kendari, Mukhlis, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM dan koperasi desa, agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami memberikan pendampingan mulai dari pemahaman regulasi ekspor, kelengkapan dokumen, hingga proses pemuatan barang. Harapannya, pelaku usaha desa semakin percaya diri dan berkelanjutan dalam melakukan ekspor,” ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, keberhasilan ini membuktikan bahwa komoditas berbasis sumber daya lokal memiliki daya saing tinggi apabila dikelola secara profesional dan memenuhi standar negara tujuan ekspor.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai serta seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan ekspor daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus turun ke lapangan bersama Bea Cukai guna mengidentifikasi komoditas potensial lainnya.
Ekspor perdana ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mengoptimalkan potensi lokalnya menuju pasar global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional. (ipo)










