INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih adanya kampung di Jawa Barat yang belum menikmati aliran listrik, meski berada di sekitar kawasan pembangkit energi.
Ia menilai kondisi tersebut sebagai ironi, mengingat Jawa Barat dikenal sebagai salah satu provinsi dengan pasokan listrik melimpah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT PLN (Persero) sebelumnya telah menggulirkan program “Jabar Caang” yang menargetkan elektrifikasi 100 persen pada 2026, mencakup pemasangan listrik bagi 121.871 rumah di 1.425 desa.
Namun, Ateng menyoroti pemerataan listrik yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kelompok masyarakat paling rentan, terutama yang tinggal di sekitar wilayah operasional industri energi.
“Di Jawa Barat ini listrik memang melimpah, tapi penyebarannya masih menyisakan daerah yang tak terjangkau. Seperti yang kami temukan di daerah Sukabumi, ironisnya ada beberapa kampung yang berada persis di sekitar atau ‘Ring 1’ wilayah operasional PT Star Energy. Masyarakat tahu di situ ada pembangkit listrik panas bumi, tetapi mereka sendiri sampai saat ini belum menerima aliran listrik atau bahkan tidak memiliki meteran listrik,” tegas Ateng, sebagaamana dikutip, Senin (23/2/2026)
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait. Ia mendesak agar program elektrifikasi desa, termasuk “Jabar Caang”, benar-benar diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di lingkar operasional pembangkit listrik.
“Kita sedang berjuang agar ironi ini diselesaikan. Jangan sampai di satu sisi listrik kita melimpah, tapi di sisi lain masyarakat di hulu energi justru tertinggal,” pungkas politisi Fraksi PKS itu. (dil)










