INDOPOSCO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII memperkuat langkah strategis dalam pengembangan riset nasional dengan memberikan dukungan Project Development Facility (PDF) untuk Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset Nasional.
Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi PT PII dalam kegiatan Market Sounding yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) di Jakarta, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk mengukur respons pasar sebelum proyek memasuki tahap Dokumen Business Case Akhir.
Market Sounding tersebut dihadiri oleh Kepala BRIN, Wakil Kepala BRIN, Direktur PDPPI Kementerian Keuangan, Direktur Keuangan PT PII, perwakilan Bappenas, serta pelaku industri dan pemangku kepentingan terkait. Tujuannya memperkenalkan proyek kepada calon mitra strategis dari sektor industri, menyerap masukan dari pelaku usaha berpengalaman, serta menilai kelayakan pasar dan minat investor.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa proyek kapal riset ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong lompatan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.
“Tujuan strategis ini belum dapat dijawab dengan kondisi existing kapal riset di BRIN yang masih terdapat keterbatasan. Dengan demand riset yang tinggi, keterbatasan kapal riset BRIN serta tingginya biaya riset memperlihatkan bahwa pembiayaan kreatif khususnya KPBU dalam Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset ini menjadi jawaban atas kebutuhan strategis tersebut. Proyek ini perlu didukung melalui skema yang prudent, dan memberi kenyamanan kepada para investor,” ungkap Arif.
Kapal riset yang direncanakan akan menjadi multipurpose research vessel tercanggih di Indonesia ini dirancang mampu mendukung empat tema riset prioritas BRIN secara komprehensif. Kapal akan dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV) dan peralatan riset portabel yang dapat dikonfigurasi sesuai standar internasional.
Proyek ini akan dilaksanakan melalui skema Design Build Finance Operate Maintain Transfer (DBFOMT), mencakup pembangunan satu kapal riset samudera baru serta pengelolaan dua kapal riset yang tengah diadakan melalui skema Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). Masa konsesi direncanakan selama 20 tahun termasuk fase konstruksi.
Deputi Direktur Bidang I PT PII, Tanti Hidayati, menyampaikan bahwa PT PII akan memberikan pendampingan intensif pada seluruh tahapan KPBU melalui fasilitas PDF dari Kementerian Keuangan.
“Market Sounding ini dilakukan secara terbuka dan informasi yang kita sampaikan juga dapat diakses oleh semua peserta secara equal, sehingga setiap investor memiliki peluang yang sama untuk memberikan dukungan pada proyek ini. Kami berharap dari market sounding ini semakin banyak calon investor ikut serta dalam proses pengadaan proyek,” kata Tanti.
Ia juga menegaskan kesiapan PT PII dalam memberikan penjaminan pemerintah sesuai mandat yang dimiliki.
“Sesuai dengan mandat kami, PT PII siap untuk memberikan penjaminan proyek KPBU Kapal Riset dalam upaya mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, dan mewujudkan tujuan pembangunan nasional,” jelas Tanti.
“Selain itu, kami berharap sinergi antara PT PII dengan BRIN semakin kuat dan proyek ini dapat berjalan lancar, sukses menjadi pilot project KPBU di sektor infrastruktur ilmu pengetahuan / riset pertama yang kami dukung,” tutupnya. (her)










