INDOPOSCO.ID – Membawa misi kuliner nusantara ke kancah global, buku Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program resmi diluncurkan di Washington D.C., Amerika Serikat. Buku itu diserahkan langsung oleh Dirgayuza Setiawan selaku Asisten Khusus Presiden RI.
Kehadiran buku tersebut menjadi bagian dari diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mengedepankan budaya, kepedulian sosial, serta pembangunan kualitas sumber daya manusia di panggung global.
Buku itu disusun bersama oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, dan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Di sela pendampingan kunjungan Presiden RI ke Amerika Serikat, Dirgayuza Setiawan menyerahkan langsung buku tersebut di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.
Penyerahan diterima oleh Dwisuryo Indroyono Soesilo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Washington D.C. melengkapi rangkaian diplomasi kultural Indonesia.
Dirgayuza Setiawan menegaskan, bahwa buku tersebut kini telah berkembang menjadi instrumen diplomasi negara, sekaligus merepresentasikan salah satu program paling strategis dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Buku Rasa Bhayangkara Nusantara sekarang sudah menjadi bagian dari diplomasi kultural Indonesia, mengenalkan kearifan budaya kita dalam program paling monumental Pemerintahan Presiden Prabowo,” kata Dirgayuza dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo menyampaikan kebanggaannya karena buku yang disusunnya bersama Dirgayuza Setiawan dapat menjangkau berbagai penjuru dunia.
“Alhamdulillah, di tengah kesibukan lawatan Presiden, buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang kami susun bersama dapat hadir di tempat-tempat yang strategis,” ucap Dedi Prasetyo.
Setelah diperkenalkan di Kedutaan Besar RI di London, kemudian di forum bergengsi dunia WEF Davos, Swiss, kini buku versi Bahasa Inggris tersebut dapat diakses di Washington D.C., Amerika Serikat.
“Semoga buku ini menjadi media diplomasi Indonesia, sekaligus semakin mengenalkan gastronomi dan keanekaragaman kuliner Nusantara serta program Asta Cita Presiden kepada dunia,” imbuh Dedi Prasetyo. (dan)











