• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

DPR Tegaskan UU Telekomunikasi Konstitusional, Negara Berwenang Kendalikan Struktur Pasar

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 18 Februari 2026 - 17:33
in Ekonomi
Hinca-Pandjaitan

Anggota DPR RI Hinca Pandjaitan dalam sidang MK pengujian materiil UU Nomor 6 Tahun 2023, secara daring di hadapan Sidang MK, Rabu (18/2/2026). Foto : Biro Pemberitaan DPR RI/ Mares/Andri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – DPR RI menegaskan bahwa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi undang-undang, khususnya yang mengubah Pasal 28 UU Telekomunikasi, tidak bertentangan dengan Mahkamah Konstitusi berdasarkan pengujian terhadap UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam Sidang Pengujian Materiil Perkara Nomor 273/PUU-XXIII/2025, DPR menyatakan norma yang diuji tetap sah secara konstitusional dan memiliki kekuatan hukum mengikat.

BacaJuga:

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Anggota DPR RI Hinca Pandjaitan menyampaikan, negara telah menyediakan kerangka regulasi telekomunikasi yang komprehensif dan berimbang. Regulasi tersebut mencakup perlindungan konsumen, persaingan usaha yang sehat, serta jaminan kesinambungan layanan kepada masyarakat.

“Kerangka pengaturan telah diatur secara jelas dan terukur dalam UU Telekomunikasi, PP 46/2021, Permenkominfo 5/2021, dan UU Perlindungan Konsumen,” ujar Hinca dalam sidang MK, Rabu (18/2/2026).

Menurut DPR, penyelenggaraan telekomunikasi nasional berlandaskan enam asas, termasuk asas keadilan, pemerataan, dan kepastian hukum.

Asas tersebut dinilai memberikan perlakuan dan perlindungan yang sama bagi seluruh pihak, baik investor, penyelenggara jasa, maupun pengguna layanan.

DPR juga menegaskan bahwa Pasal 28 UU Telekomunikasi merupakan instrumen negara dalam mengendalikan struktur pasar. Melalui ketentuan tersebut, pemerintah memiliki kewenangan menetapkan formula dasar penetapan tarif oleh penyelenggara jasa/jaringan telekomunikasi, sekaligus menentukan tarif batas atas dan/atau batas bawah.

“Negara ditempatkan sebagai pengendali struktur pasar demi menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Terkait dalil para pemohon, DPR berpandangan bahwa persoalan yang dipersoalkan lebih berada dalam ranah kebijakan layanan dan hubungan kontraktual antara penyelenggara dan pelanggan, bukan akibat langsung dari norma Pasal 28 yang diuji.

Karena itu, DPR menilai ketentuan tersebut bukan sumber kerugian konstitusional sebagaimana didalilkan pemohon. Selain itu, negara dinilai telah menyediakan mekanisme hukum bagi masyarakat untuk mengajukan keberatan atau menempuh upaya hukum melalui saluran pengaduan yang tersedia.

Soal kedudukan hukum (legal standing) para pemohon, DPR menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Hakim MK untuk menilai dan mempertimbangkannya.

Mengakhiri keterangannya, DPR menegaskan Pasal 71 angka 2 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 28 UU Telekomunikasi tetap konstitusional dan sah berlaku.

“Demikian keterangan tertulis DPR RI disampaikan sebagai bahan pertimbangan bagi Yang Mulia Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi dalam mengambil keputusan,” pungkas Legislator Fraksi Partai Demokrat tersebut. (dil)

Tags: DPR RIHinca PanjaitanMKUU telekomunikasi

Berita Terkait.

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Rabu, 22 April 2026 - 03:03
Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Rabu, 22 April 2026 - 02:48
Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
Workshop
Ekonomi

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1264 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.