• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Polemik Penghapusan PBI JKN

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 16 Februari 2026 - 19:06
in Nasional
nasuha
Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Nasuha, Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Dalam kajian komunikasi krisis modern, nama W. Timothy Coombs hampir selalu menjadi rujukan utama. Melalui karyanya, terutama buku Ongoing Crisis Communication: Planning, Managing, and Responding, Coombs (2023) menegaskan satu hal penting: krisis bukan sekadar peristiwa, tetapi persepsi publik tentang tanggung jawab sebuah organisasi atas peristiwa tersebut.

BacaJuga:

Pemberdayaan Masyarakat, Hingga Inovasi Digital Bakal Warnai Satu Dekade Hari Santri 2026

Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pentingnya Peran Local Champion dalam Penataan Permukiman Kumuh

Aher: Bela Negara Dimulai dari Mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan

Berangkat dari kerangka itu, polemik yang sempat muncul minggu lalu terkait isu penghilangan anggaran PBI (Penerima Bantuan Iuran) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk penderita penyakit kronis dalam sistem BPJS Kesehatan menjadi contoh menarik bagaimana krisis komunikasi dapat berkembang. Bahkan ketika substansi kebijakan akhirnya diklarifikasi dan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Krisis Bukan Soal Fakta, Tapi Persepsi

Menurut Coombs, melalui Situational Crisis Communication Theory (SCCT), publik akan secara otomatis melakukan atribusi tanggung jawab ketika muncul isu yang berpotensi merugikan mereka. Dalam kasus BPJS, isu penghapusan anggaran PBI bagi pasien kronis yang menyentuh kelompok rentan secara emosional langsung masuk dalam kategori krisis “preventable cluster” di benak publik.

Artinya, meskipun secara administratif mungkin hanya terjadi kesalahpahaman teknis atau persoalan klasifikasi anggaran, publik melihatnya sebagai kelalaian moral: negara dianggap “mencabut hak orang sakit”.

Di sinilah letak krusialnya teori Coombs. Ia menegaskan bahwa semakin tinggi persepsi tanggung jawab organisasi, semakin besar pula tuntutan publik atas permintaan maaf, koreksi kebijakan, dan kompensasi.

Kesalahan Strategis: Respons Terlambat dan Minim Empati

Coombs membagi strategi respons krisis menjadi tiga kelompok utama: Deny (menyangkal); Diminish (meminimalkan); dan Rebuild (membangun kembali kepercayaan melalui empati dan koreksi).

Dalam kasus ini, yang menjadi sorotan bukan hanya isi kebijakan, tetapi tempo dan nada komunikasi. Ketika isu pertama kali beredar, ruang publik, khususnya media sosial dipenuhi kekhawatiran bahwa pasien kronis akan kehilangan jaminan kesehatan.

Respons yang terlalu teknokratis atau administratif berisiko dibaca sebagai “tidak peka”. Padahal, menurut Coombs, pada krisis yang menyentuh aspek kemanusiaan, organisasi harus segera masuk ke strategi rebuild: menunjukkan empati sebelum menjelaskan prosedur.

Ketika kemudian Kementerian Keuangan memberikan klarifikasi dan memastikan tidak ada penghapusan manfaat bagi pasien kronis, substansi masalah memang selesai. Namun dalam logika komunikasi krisis, penyelesaian administratif tidak otomatis menghapus jejak emosional publik.

Dimensi Komunikasi Risiko

Selain krisis, Coombs juga menekankan pentingnya komunikasi risiko (risk communication). Risiko adalah potensi ancaman sebelum menjadi krisis. Dalam konteks BPJS, isu PBI sebenarnya adalah isu risiko reputasi yang sangat sensitif karena menyangkut hak dasar kesehatan.

Komunikasi risiko yang efektif menuntut tiga hal: Transparansi sejak awal; Konsistensi pesan antar lembaga; Kejelasan bahasa agar tidak multitafsir.

Jika koordinasi komunikasi antara BPJS dan Kementerian Keuangan sejak awal disampaikan secara terbuka, misalnya menjelaskan bahwa tidak ada penghapusan manfaat, hanya penyesuaian mekanisme anggaran, maka eskalasi opini publik mungkin bisa ditekan.

Pelajaran Strategis

Dari perspektif Coombs, ada beberapa pelajaran penting: Isu kesehatan publik selalu masuk kategori krisis berisiko tinggi; Kecepatan respons sama pentingnya dengan akurasi data; dan Empati harus mendahului klarifikasi teknis.

Koordinasi lintas lembaga menentukan konsistensi persepsi publik. Dalam era digital, krisis tidak menunggu konferensi pers. Ia tumbuh dalam hitungan jam melalui potongan informasi yang belum tentu utuh.

BPJS dan Kementerian Keuangan memang telah menyelesaikan polemik tersebut secara kebijakan. Namun, dalam perspektif komunikasi krisis ala Coombs, yang lebih penting adalah bagaimana publik merasa aman dan dihargai sejak awal, bukan setelah tekanan opini memuncak.

Krisis, ujar Coombs, bukan sekadar soal benar atau salah. Ia adalah soal bagaimana organisasi menjaga kepercayaan saat badai persepsi datang. Dan dalam isu kesehatan rakyat, kepercayaan adalah mata uang yang tak boleh pernah defisit. *

Tags: NasuhaPBI JKNumjUniversitas Muhammadiyah Jakarta

Berita Terkait.

Suhu Udara Hangat, Hari Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan
Nasional

Pemberdayaan Masyarakat, Hingga Inovasi Digital Bakal Warnai Satu Dekade Hari Santri 2026

Selasa, 15 September 2026 - 09:00
Suhu Udara Hangat, Hari Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan
Nasional

Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pentingnya Peran Local Champion dalam Penataan Permukiman Kumuh

Selasa, 15 September 2026 - 08:00
Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Aher: Bela Negara Dimulai dari Mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan

Senin, 14 September 2026 - 23:10
Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil

Senin, 14 September 2026 - 22:09
Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari

Senin, 14 September 2026 - 21:00
Purbaya Dicopot, Pengamat Sentil Masalah Koordinasi dan Sikap Overconfidence
Nasional

Purbaya Dicopot, Pengamat Sentil Masalah Koordinasi dan Sikap Overconfidence

Senin, 14 September 2026 - 20:46

OLAHRAGA

Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN
Olahraga

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 15 September 2026 - 09:45

INDOPOSCO.ID – Enam karateka terbaik Indonesia resmi dilepas untuk memburu prestasi di Asian Games 2026 Nagoya. PB Federasi Olahraga Karate-Do...

SelengkapnyaDetails
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16
timnas

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Sabtu, 12 September 2026 - 21:08

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1526 shares
    Share 610 Tweet 382
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1507 shares
    Share 603 Tweet 377
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    934 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Bambang Setiawan, Pelaku Ternyata Pekerja Serabutan

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Bantu Tekan Abrasi Pesisir, BRIN Sulap Limbah Plastik Jadi Eco Hex Brick

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.