• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indonesia Perkuat Diplomasi Energi Bersih, Kemitraan China Diarahkan untuk Alih Teknologi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 16 Februari 2026 - 12:13
in Ekonomi
Vahd-Nabyl-Achmad-Mulachela

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika di BSKLN Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela bersama Executive Director Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, saat berdialog dengan media, di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Foto: Dokumen Synergy Policies

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia menegaskan arah baru diplomasi energi bersih dengan menekankan kemitraan internasional yang tidak lagi semata berorientasi pada arus investasi dan perdagangan, melainkan pada penguatan penguasaan teknologi, penciptaan nilai tambah nasional, serta peningkatan daya tawar Indonesia di tingkat global.

Pesan tersebut mengemuka dalam dialog media yang diselenggarakan Synergy Policies bersama Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, dengan dukungan ViriyaENB. Kegiatan ini menjadi bagian dari perumusan model kemitraan transformatif energi bersih Indonesia-China.

BacaJuga:

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

Executive Director Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, mengatakan target net zero emissions tidak dapat dicapai melalui pola kemitraan konvensional.

“Target net zero emissions tidak bisa dicapai dengan pola kemitraan biasa. Diplomasi energi perlu diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendukung transformasi industri nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing. Indonesia harus memperkuat daya tawarnya,” ujar Dinna, saat berdialog dengan media, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Sejak pertengahan 2025, Synergy Policies mendampingi Kementerian Luar Negeri RI dalam mengidentifikasi solusi atas energy trilemma yang meliputi ketahanan energi, keterjangkauan, dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, dirumuskan pula model kemitraan yang mampu mempercepat akuisisi teknologi hijau guna mendukung transformasi industri nasional.

China dipilih sebagai mitra awal refleksi strategis karena posisinya sebagai produsen teknologi energi bersih terbesar dunia, khususnya dalam sektor tenaga surya dan rantai pasok industri hijau. Namun demikian, Dinna menegaskan pendekatan ini tidak bersifat eksklusif.

“Kuncinya bukan pada siapa mitranya, tetapi bagaimana strategi nasional kita. Negara mana pun yang dipilih harus berjalan dalam kerangka jangka panjang yang konsisten, bertahap, dan berorientasi pada penguatan kapasitas nasional,” jelas Dinna.

Vahd-Nabyl
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika di BSKLN Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela (berdiri) bersama Executive Director Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja (duduk), saat berdialog dengan media, di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Foto: Dokumen Synergy Policies

Forum tersebut merumuskan sejumlah elemen strategis kemitraan energi bersih transformatif, antara lain peningkatan standar produk dan layanan, riset dan inovasi bersama, kebijakan industri hijau yang kompetitif, pendekatan people-to-people hingga government-to-government termasuk pemerintah daerah, hilirisasi mineral kritis, serta penguatan kolaborasi Global South. Program domestik seperti percepatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW, kendaraan listrik, dan waste-to-energy dinilai berpotensi menjadi “champion” dalam kemitraan strategis tersebut.

Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, menegaskan dukungan lembaganya difokuskan pada proses kebijakan yang inklusif dan berbasis bukti.

“Transisi energi bukan hanya mengenai teknologi, tetapi juga tentang perbaikan tata kelola yang inklusif dan penguatan kebijakan serta standar. Kami mendukung kolaborasi lintas sektor dan kemitraan internasional untuk memperkuat fondasi transisi energi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika di BSKLN Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan diplomasi energi akan menjadi salah satu pilar utama posisi Indonesia dalam dinamika global.

“Ke depan, ukuran keberhasilan kerja sama bukan lagi sekadar angka investasi. Yang menentukan adalah apakah kemitraan itu memperkuat industri nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, dan menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis yang diperhitungkan, bukan hanya sebagai pasar,” tegasnya.

Melalui pendekatan inklusif dengan pelibatan media dan prinsip Chatham House Rule, rekomendasi kebijakan yang tengah disusun diharapkan mampu menghadirkan arah diplomasi energi bersih yang konsisten dan berorientasi jangka panjang. Indonesia, tegas para peserta dialog, tidak hanya ingin menjadi bagian dari transisi energi global, tetapi menjadi aktor yang menentukan arah pengembangannya. (rmn)

Tags: Energi BersihKemlu RISynergy Policies

Berita Terkait.

FIFA-Gift
Ekonomi

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

Sabtu, 25 April 2026 - 12:39
IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi
Ekonomi

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:31
PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026
Ekonomi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:34
PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
Ekonomi

PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton

Sabtu, 25 April 2026 - 09:45
umkm
Ekonomi

Kolaborasi Jadi Kunci, UMKM Pertanian Didorong Lebih Kompetitif

Jumat, 24 April 2026 - 23:03
Pertamina NRE
Ekonomi

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

Jumat, 24 April 2026 - 22:58

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1349 shares
    Share 540 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.