• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata, BMKG Soroti Kenaikan Bencana

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 10 Februari 2026 - 20:00
in Nasional
iklim

Deputi Klimatologi BMKG Dr Ardhasena Sopaheluwakan. Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perubahan iklim menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terkahir. Termasuk bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung tahun 2025 di Pulau Sumatra.

“Bencana alam yang terjadi akhir tahun lalu di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat disebabkan iklim dunia yang terus memanas serta adanya siklon tropis di sekitar Sumatra,” kata Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

BacaJuga:

Desil Mendadak Naik, Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos

Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut

Cegah Karhutla, BRIN Pantau Tinggi Muka Air Tanah Gambut

Penegasan ini disampaikan Dr Ardhasena saat menjadi pembicara pada Diskusi Ilmiah bertajuk “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra” di Kampus USU (Universitas Sumatra Utara) Medan, Selasa (10/2).

Dalam paparannya, Dr Ardhasena menyampaikan ada 10 badai tropis yang awal tumbuhnya di Laut Banda. Jika diperluas sedikit ke arah selatan, ada lebih dari 30 siklon tropis yang tercatat tumbuh di sana. “Wilayah ini sering menjadi titik awal bibit siklon,” katanya.

Perubahan iklim yang ditandai cuaca ekstrem, kata Dr Ardhasena, juga mendorong terjadinya curah hujan ekstrem di Sumatra pada November dan Desember tahun lalu. Curah hujan yang ekstrem antara lain disebabkan terjadinya pusaran badai, konvergensi yang membentuk awan secara masif pada wilayah pertemuan angin, dan konveksi (mekanisme perpindahan panas) akibat pemanasan permukaan air laut yang membentuk awan secara masif.

“Hingga Juni tahun ini akan terjadi curah hujan yang tinggi di kawasan Selatan khatulistiwa. Kondisi tersebut, perlu diantisipasi dengan langkah-langkah yang tepat,” kata Ketua Umum A3I (Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia) tersebut.

Dari data satelit BMKG, siklon tropis Senyar pada November 2025 lalu, membuat curah hujan sangat tinggi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Lima lokasi dengan curah hujan tertinggi yaitu Singkil Utara (Aceh) dengan curah hujan 225.0 mm, dan empat wilayah di Sumbar yaitu Limau Purut 182.0 mm, Ulakan Tapakis 177.0 mm, Staklim Padang Pariaman 167.5 mm, dan Tambang Semen Padang 145.0 mm.

“Tiga wilayah di Kabupaten Langkat Sumatra Utara yaitu Gebang, Cempa, dan Secanggang juga mencatat curah hujan yang sangat tinggi pada akhir November tahun lalu,” katanya.

Kata Dr Ardhasen, normal curah hujan adalah 474 mm. Namun curah hujan pada November 2025 mencapai 1356 mm. Dan curah hujan saat terjadi bencana adalah tiga kali dari curah hujan pada November 2025.

“Perubahan iklim adalah perubahan signifikan dalam pola cuaca global atau regional yang terjadi dalam
jangka waktu panjang, biasanya puluhan tahun hingga berabad-abad. Dan tahun 2025 adalah tahun terpanas ketiga dalam pencatatan suhu bumi,” katanya.

Curah hujan maksimum harian, kata Dr Ardhasena, di masa depan semakin meningkat dan kejadian ekstrem makin sering terjadi.

Curah hujan lebih dari 250 mm yang
memiliki periode ulang 100
tahun pada periode saat ini,
pada masa depan menjadi semakin
sering karena memiliki periode
ulang yang lebih pendek menjadi
di bawah 20 puluh tahun saja.

“Jadi, perubahan iklim global di mana suhu bumi semakin memanas, adalah penyebab utama terjadi bencana seperti hujan ekstrem sehingga memicu tanah longsor,” katanya. (srv)

Tags: banjirbencanaiklim

Berita Terkait.

Data Jadi Pintu Bansos, DPR Dorong Pemutakhiran hingga Tingkat Desil
Nasional

Desil Mendadak Naik, Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos

Kamis, 3 September 2026 - 13:25
Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut
Nasional

Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut

Kamis, 3 September 2026 - 13:15
Modernisasi Pemantauan Lalu Lintas, Korlantas Optimalisasi Aplikasi Turjawali
Nasional

Cegah Karhutla, BRIN Pantau Tinggi Muka Air Tanah Gambut

Kamis, 3 September 2026 - 12:55
Wamendagri Bima Tekankan Respons Cepat dan Narasi Terpadu Hadapi Disinformasi di Era Digital
Nasional

Janji Perpres Ojol Tak Kunjung Terbit, Pengamat: Jangan-Jangan Cuma Politik Hoaks

Kamis, 3 September 2026 - 12:45
Hanger Buatan Indonesia Siap Menghiasi Rantai Pasok Global
Nasional

Perkuat Pelayanan Masyarakat, Tri Tito Karnavian Dorong Sosialisasi Registrasi Posyandu

Kamis, 3 September 2026 - 12:00
Kemenag Salurkan Bantuan Bagi 6.726 Mahasiswa PTKI Korban Banjir Aceh
Nasional

Kemenag Salurkan Bantuan Bagi 6.726 Mahasiswa PTKI Korban Banjir Aceh

Kamis, 3 September 2026 - 11:40

OLAHRAGA

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda
Olahraga

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 3 September 2026 - 09:12

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mempertimbangkan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Laos U-20 dalam laga kedua...

SelengkapnyaDetails
nova

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Rabu, 2 September 2026 - 15:05
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.