• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Birokrasi Tanpa Budaya Reformasi Tak Akan Berjalan, IAPA Siap Jadi Jembatan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 9 Februari 2026 - 19:08
in Nasional
Rini

Menteri PANRB, Rini Widyantini saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Indonesian Association for Public Administration (IAPA) di Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin (9/2/2026). Foto: Humas Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Reformasi birokrasi kini tidak lagi dipahami sebagai sekadar penataan prosedur dan struktur kelembagaan. Pemerintah mendorongnya menjadi sebuah gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan akademisi, masyarakat, dan sektor swasta demi menghadirkan layanan publik yang responsif, transparan, dan mudah diakses.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan reformasi birokrasi adalah efektivitas penggunaan anggaran dan peningkatan kualitas layanan publik. Negara, menurutnya, harus hadir secara nyata melalui pelayanan yang cepat dan mudah dijangkau masyarakat.

BacaJuga:

DPR RI Apresiasi Perdamaian AS–Iran, Ingatkan Israel Jangan Ganggu Kesepakatan

Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru 2026, Sediakan 4 Prodi Unggulan dan Kuota 350 Kursi

Naik Kereta Murah Makin Diminati, 7,8 Juta Penumpang Serbu KA Bersubsidi

“Bapak Presiden juga menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus menghasilkan birokrasi yang responsif dan melayani rakyat. Birokrasi dituntut untuk cepat menyesuaikan diri, tanggap terhadap perubahan, dan tidak lagi mempersulit urusan masyarakat,” ujar Rini saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Indonesian Association for Public Administration (IAPA) di Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin (9/2/2026).

Rini menekankan bahwa reformasi birokrasi bukan hanya agenda administratif, tetapi fondasi strategis bagi ketahanan dan kedaulatan bangsa. Dalam konteks ini, akademisi diposisikan sebagai aktor strategis yang tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mengawal implementasi reformasi di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan akademisi melalui riset berbasis bukti, advokasi kebijakan, dan penguatan ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi syarat penting bagi terwujudnya crowdsourced governance yang efektif.

Akademisi, lanjut Rini, dapat berkontribusi dalam berbagai peran: sebagai knowledge producer melalui riset kebijakan, policy think tank yang memberikan rekomendasi objektif, human capital builder yang mencetak aparatur dan pemimpin masa depan, hingga innovation and pilot lab untuk uji coba inovasi tata kelola dan digitalisasi layanan publik. Selain itu, akademisi juga berperan dalam membangun diskursus publik yang kritis guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

“Masa depan tata kelola ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem yang terbuka, terhubung, dan saling menguatkan. Melibatkan pemerintah, swasta, media, komunitas, dan akademisi. Karena itu, reformasi birokrasi harus diarahkan pada penguatan ekosistem kolaboratif sebagai fondasi utama penciptaan nilai publik dan keberlanjutan pembangunan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum IAPA Khairul Muluk menyoroti tantangan administrasi publik yang semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat. Menurutnya, tuntutan publik terhadap pelayanan negara terus meningkat dan sering kali melampaui kapasitas administrasi yang tersedia.

Ia menjelaskan bahwa tantangan birokrasi tidak lagi bersifat teknis semata, tetapi juga mencakup kompleksitas kebijakan lintas sektor, koordinasi pusat dan daerah, hingga tuntutan partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan.

Khairul menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya menyentuh struktur dan perilaku aparatur, tetapi juga harus menyentuh budaya organisasi. Tanpa budaya reformasi yang kuat, transformasi birokrasi akan berjalan lambat.

“IAPA tetap ingin menjadi mitra berfikir pemerintah, menjadi jembatan antara kampus dengan birokrasi. Kampus tidak bisa berdiri sendiri kemudian birokrasi saling melengkapi dengan kampus, dan semoga kami bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara,” katanya.

Seminar ini menegaskan bahwa masa depan tata kelola pemerintahan Indonesia ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan peran pemerintah, akademisi, sektor swasta, media, dan masyarakat. Reformasi birokrasi pun diposisikan sebagai agenda strategis nasional untuk menciptakan nilai publik yang berkelanjutan. (her)

Tags: birokrasiBudaya ReformasiIAPAmenpanrbrini widyantini

Berita Terkait.

Shehbaz
Nasional

DPR RI Apresiasi Perdamaian AS–Iran, Ingatkan Israel Jangan Ganggu Kesepakatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:47
Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru 2026, Sediakan 4 Prodi Unggulan dan Kuota 350 Kursi
Nasional

Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru 2026, Sediakan 4 Prodi Unggulan dan Kuota 350 Kursi

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:03
Penumpang-KA
Nasional

Naik Kereta Murah Makin Diminati, 7,8 Juta Penumpang Serbu KA Bersubsidi

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:14
Muhammad-Aqil-Irham
Nasional

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Minta Daerah Perbanyak Fasilitasi Sertifikasi UMK

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:02
Anak-Stuntung
Nasional

Stunting Turun, BRIN Ingatkan Ancaman Gizi dan Bahaya “Tiga Beban” pada Anak

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:41
Brian
Nasional

Data Tak Sinkron, Kemendiktisaintek Gandeng BPS Benahi Sasaran Bantuan Kuliah Pendidikan Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:19

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7117 shares
    Share 2847 Tweet 1779
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.