• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Komisi VII DPR Soroti Kesenjangan Produksi Susu untuk MBG

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 6 Februari 2026 - 06:06
in Ekonomi
komisi

Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT. Frisian Flag Indonesia-Plant Cikarang di kawasan industri GIIC Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi VII DPR RI menyoroti kesenjangan antara produksi susu dengan kebutuhan untuk memenuhi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Produksi susu masih perlu terus ditingkatkan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan susu sebagai salah satu nutrisi bergizi utama bagi peningkatan kecerdasan anak-anak Indonesia,” kata Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay di Cikarang, Kamis (5/2/2026).

BacaJuga:

AMMAN Tuntaskan Smelter Tembaga Terintegrasi, Siap Dongkrak Nilai Tambah Mineral Nasional

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong

Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Hal tersebut disampaikan Saleh saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT. Frisian Flag Indonesia-Plant Cikarang, kawasan industri GIIC Kabupaten Bekasi. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung sejauh mana kemampuan industri pengolahan susu memenuhi kebutuhan program MBG.

“Dari hasil temuan kami, terlihat masih ada jarak yang cukup besar antara kebutuhan masyarakat dengan kemampuan produksi perusahaan. Kebutuhan susu sangat besar, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih terbatas,” katanya.

Ia menjelaskan kebutuhan susu nasional untuk program MBG saat ini diperkirakan telah mencapai 66 juta orang, sementara kemampuan produksi baru mampu memenuhi 20 juta. Artinya, terdapat selisih sekitar 40 juta yang masih harus dikejar oleh pemerintah.

Kondisi ini berdampak pada distribusi susu dalam program MBG yang belum bisa dilakukan setiap hari dan masih terbatas berkisar tiga kali dalam sepekan. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

“Ini yang akan kita bawa ke DPR nanti, mencari langkah konkret yang akan diambil bersama pemerintah. Apakah dengan mendatangkan investor baru, memperluas kapasitas industri yang ada atau bahkan melakukan impor susu dalam jumlah besar untuk menutup kekurangan,” ujarnya.

Saleh turut menjadikan momentum ini sebagai peluang membuka lapangan kerja lebih luas, khususnya bagi peternak sapi perah mengingat peternakan sapi perah di Indonesia masih belum dikelola secara profesional sehingga kualitas susu yang dihasilkan sering kali belum memenuhi standar spesifikasi industri.

“Di sinilah peran pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian untuk memberikan pendidikan dan pendampingan agar peternak kita menjadi lebih profesional hingga mampu memenuhi spesifikasi industri,” katanya.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menilai tantangan pemenuhan susu nasional turut membuka peluang besar mengingat jumlah permintaan yang terus meningkat.

Namun di sisi lain, produksi susu sapi perah secara ideal dilakukan di wilayah dengan suhu sekitar 15-16 derajat selsius maupun di dataran tinggi, sementara luas dataran tinggi Indonesia berikut peternak lokal wilayah tersebut masih terbatas.

Sebagai solusi, ia menyebut wacana pengembangan budi daya sapi perah di dataran rendah dengan penyesuaian, seperti penggunaan teknologi blower dan peralatan pendukung lain agar produksi susu di dataran rendah tetap optimal.

“Kita dengar Presiden akan mendatangkan, kita tunggu. Karena saya lihat di GGPC (Great Giant Pineapple), itu kan kebetulan ada di dapil saya dan lokasinya di tempat rendah. Lampung Tengah itu di tempat rendah. Berarti ada apa penyesuaian. Kita berharap bukan hanya perusahaan yang mampu, tetapi petani dan peternak kita juga dimampukan, termasuk melalui bantuan peralatan,” ujarnya.

Plt. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengaku pemerintah fokus menjaga dan meningkatkan kualitas susu dari peternak maupun koperasi agar sesuai dengan spesifikasi industri pengolahan.

Pemerintah telah menyediakan beragam insentif, mulai dari digitalisasi, bantuan investasi mesin dan peralatan dengan pengembalian hingga 35 persen untuk produk dalam negeri, hingga diskon bunga pinjaman bank sebesar lima persen.

“Kebijakan ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara kebutuhan bahan baku dan kapasitas produksi nasional. Untuk kebutuhan program sekolah, kami juga mendorong industri agar menyediakan susu dengan kemasan yang sesuai dengan program MBG. Investasinya sudah mulai berjalan,” kata Putu.

Dari sisi industri, Legal and Regulatory Affairs Director PT. Frisian Flag Indonesia Frida Chalid menyampaikan perusahaan selama ini aktif melakukan edukasi gizi kepada anak-anak Indonesia serta berpartisipasi dalam penyediaan produk untuk program MBG.

Frisian Flag dalam waktu dekat juga berencana mengimpor sapi perah guna menambah populasi sapi di Indonesia sehingga produksi susu segar nasional dapat meningkat. Perusahaan juga tengah mengimpor mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Kami sangat berharap adanya insentif fiskal dari pemerintah, khususnya untuk impor mesin, agar kami bisa meningkatkan kapasitas,” kata dia.(KR-PRA). (ney)

Tags: komisi vii dpr rimbgsusu

Berita Terkait.

AMMAN Tuntaskan Smelter Tembaga Terintegrasi, Siap Dongkrak Nilai Tambah Mineral Nasional
Ekonomi

AMMAN Tuntaskan Smelter Tembaga Terintegrasi, Siap Dongkrak Nilai Tambah Mineral Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:07
Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong
Ekonomi

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:02
Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
Ekonomi

Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:03
Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia
Ekonomi

Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:10
PGE Perkuat Pendanaan Panas Bumi lewat Kerja Sama Strategis dengan Bank Mizuho Senilai USD75 Juta
Ekonomi

PGE Perkuat Pendanaan Panas Bumi lewat Kerja Sama Strategis dengan Bank Mizuho Senilai USD75 Juta

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:48
Perkuat Tata Kelola SDM, GDPS Dorong Profesionalisme Berkelanjutan
Ekonomi

Perkuat Tata Kelola SDM, GDPS Dorong Profesionalisme Berkelanjutan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:27

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3198 shares
    Share 1279 Tweet 800
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2902 shares
    Share 1161 Tweet 726
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.