INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendadak melakukan pemeriksaan menyeluruh seluruh jembatan dan tanggul di wilayahnya. Langkah ini diambil pascainsiden ambruknya jembatan swadaya warga di Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan pada Januari lalu.
“Inspeksi mendadak (Sidak) ini tidak hanya terbatas pada jembatan, tetapi juga mencakup tanggul dan bantaran sungai yang berpotensi menimbulkan masalah,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dalam keterangan, Senin (2/2/2026).
Ia menyebut, pada inspeksi tersebut pihaknya menemukan jembatan yang dibangun sejak 1996. “Ini jelas perlu dievaluasi ulang kekuatan dan keamanannya. Saya telah minta tindak lanjut segera,” ucapnya.
Pemeriksaan tersebut, menurutnya, jadi bagian dari antisipasi memasuki periode curah hujan tinggi. Kendati prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan intensitas hujan di Semarang relatif lebih rendah dibanding daerah lain.
“Langkah antisipasi ini tetap diperlukan mengingat kondisi geografis Kota Semarang,” ujarnya.
Sebagian wilayahnya merupakan dataran rendah, dikatakan dia, Semarang menjadi titik akumulasi aliran air dari daerah atas, ditambah dengan berkurangnya area resapan. “Proses resapan air kini sangat minim. Wilayah dengan kontur terendah pasti akan menerima aliran. Karena itu, pemeliharaan saluran dan infrastruktur air harus optimal,” ujarnya.
Menurut dia, penanganan masalah banjir dan infrastruktur air tidak selalu memerlukan anggaran besar. Ia menekankan pentingnya optimalisasi dana operasional dan pemeliharaan untuk tindakan perbaikan yang langsung berdampak, seperti membersihkan, melebarkan, dan menata saluran serta bantaran sungai.
Saat ini, masih ujar dia, prioritas penanganan difokuskan di wilayah Semarang Timur. Hal ini menyusul perubahan kondisi saluran air serta peninggian Jalan Kaligawe yang dikhawatirkan menyebabkan limpasan air ke permukiman warga saat hujan deras.
“Jika jalan ditinggikan tetapi kapasitas saluran tidak disesuaikan, air akan melimpas ke pemukiman. Ini harus segera diantisipasi dengan koordinasi antar dinas terkait,” ungkapnya. (nas)











