INDOPOSCO.ID – Petani serai di Desa Gajah, Kabupaten Gayo Lues, Aceh antusias kembali menjual minyak serai wangi yang mereka hasilkan, seiring membaiknya akses transportasi jalur lintas Kabupaten Gayo Lues menuju Medan, Sumatera Utara.
Salah satunya, Masudin, petani serai yang terdampak bencana itu mengaku sebelumnya minyak serai hanya dihargai Rp325 ribu per kilogram (kg). Kini, harganya kembali stabil menjadi Rp350 ribu per kg.
“Tadinya harga minyak serai Rp325 ribu, (per kg), tapi sekarang kembali menjadi Rp350 ribu per kilogram,” kata Masudin kepada ANTARA di Gayo Lues, Minggu.
Masudin menyebut dirinya melakukan penyulingan minyak serai wangi dengan metode manual dengan menggunakan dua drum bekas.
Setiap masa panen lima bulan sekali, ia mengaku bisa melakukan penyulingan hingga 12 kali, dengan hasil ekstraksi 8-10 kg per satu kali proses penyulingan.
“Alhamdulillah setelah jalan bisa dilalui kini harga kembali normal,” ujar Masudin dikutip Antara.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menekankan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap pemulihan konektivitas jalur lintas tengah Aceh, khususnya ruas dari arah Kutacane menuju Blangkejeren hingga Gayo Lues dan Aceh Tenggara.
Penanganan ruas Jalan Blangkejeren–Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara telah dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan wheel loader untuk mempercepat pembersihan material longsor.
“Hampir semua kendaraan sudah bisa lewat, sehingga aset logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Kutacane menuju Blangkejeren atau ke Gayo Lues,” ucap Dody. (aro)











