INDOPOSCO.ID – Bea Cukai jalin sinergi dengan sivitas akademika melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi di lingkungan pendidikan.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo mengatakan kolaborasi ini tidak hanya bertujuan mengenalkan tugas dan fungsi institusi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan literasi pendidikan, pemahaman kepatuhan, serta kesadaran generasi muda terhadap peran penerimaan negara dalam pembangunan.
Di Kabupaten Kudus, Bea Cukai berpartisipasi dalam Kudus Expo Perguruan Tinggi ke-XI Tahun 2026 yang digelar di Gedung JHK Kudus pada Selasa (20/01). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kudus tersebut diikuti ribuan siswa SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Kudus. Kehadiran Bea Cukai dalam ajang pendidikan ini menjadi bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya mendekatkan institusi kepada generasi muda yang tengah mempersiapkan langkah setelah lulus sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai memberikan sosialisasi mengenai jalur pendidikan kedinasan, khususnya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Para siswa memperoleh informasi seputar proses seleksi, sistem pendidikan, serta peluang berkontribusi sebagai aparatur negara di bidang pengelolaan keuangan negara. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap jalur pendidikan kedinasan, sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas dan merata bagi masyarakat mengenai pilihan pendidikan dan karier di sektor publik.
Semangat kolaborasi dengan kalangan akademisi juga terlihat di Makassar. Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Intermediate Training (LK II) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Tamalate Cabang Makassar. Kegiatan berlangsung pada Jumat (30/01) di Wisma Latobang, Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Cahya Nugraha, memaparkan tugas dan fungsi Bea Cukai, ciri-ciri rokok ilegal serta upaya pemberantasannya, hingga berbagai fasilitas kepabeanan dan cukai yang disediakan untuk mendukung dunia usaha, termasuk UMKM. Ia juga menjelaskan bahwa penerimaan negara dari bea masuk, bea keluar, dan cukai berperan penting dalam membiayai pembangunan nasional seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan program kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin sadar akan pentingnya mendukung penerimaan negara, salah satunya dengan memilih produk legal yang sesuai ketentuan.
Disebutkan Budi Prasetiyo, sinergi dengan sivitas akademika merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. “Kolaborasi dengan pelajar dan mahasiswa kami tujukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kepatuhan dan literasi fiskal memiliki dampak langsung terhadap kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui keterlibatan aktif di lingkungan pendidikan, Bea Cukai berharap tercipta generasi muda yang lebih melek informasi, berintegritas, serta memahami keterkaitan antara kepatuhan, penerimaan negara, dan pembangunan. Sinergi ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan manfaat luas, mulai dari terbukanya akses pendidikan dan peluang karier, hingga meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung perekonomian nasional secara berkelanjutan. (ipo)











