INDOPOSCO.ID – Tekstologi itu ilmu yang mempelajari sejarah, keaslian, dan ragam isi teks, ternyata memiliki peran sangat penting dalam membangun karakter bangsa.
Pernyataan tersebut diungkapkan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Darmoko dalam keterangan, Senin (11/5/2026). Ia menegaskan, bahwa naskah-naskah kuno perlu terus direvitalisasi, dan tekstologi memudahkan penanaman karakter bangsa, sejarah dan kearifan lokal.
“Dengan mengkaji dan menyajikan teks sastra secara akurat, tekstologi memudahkan penanaman karakter bangsa, sejarah, serta kearifan lokal yang membentuk kepribadian bangsa yang beradab,” ujar Darmoko.
“Revitalisasi ini agar naskah kuno tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Baik melalui kajian akademis, perubahan bentuk penyajian, maupun pemindahan ke media baru,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ilmu tekstologi ini juga berperan menyelamatkan warisan budaya dari kepunahan lewat penyusunan edisi kritis naskah kuno. “Berbeda dengan kodikologi yang meneliti sisi fisik naskah, tekstologi membedah sejarah teks, perubahan isi sepanjang masa, kesalahan penyalinan, serta nilai budaya dan gagasan masyarakat masa lalu yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Lebih jauh Darmoko mengungkapkan, pendekatan yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada kajian klasik, tetapi juga menghubungkan isi teks kuno dengan isu sosial, politik, dan budaya masa kini.
“Lewat pendekatan ini, sastra Jawa kuno bisa disajikan kembali lewat pertunjukan, film, hingga media digital agar tetap dekat dengan generasi muda,” ungkapnya.
Ia menuturkan, tekstologi Jawa berfungsi menjembatani tradisi dan modernitas. Melalui analisis kritis, ilmu ini membuka ruang penafsiran ulang nilai lokal dalam konteks dunia, sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa serta memperkaya khazanah ilmu humaniora.
“Gagasan ini selaras dengan pesan KGPAA Mangkunagara IV dalam Kitab Wedhatama Pupuh Pocung yang menyebutkan bahwa ilmu pengetahuan harus dibuktikan lewat tindakan nyata, tulus, dan mampu mengendalikan hawa nafsu,” terangnya. (nas)











