• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Teknologi Surya Dongkrak Ekonomi Nelayan Jayapura, Kerugian Ikan Turun Drastis hingga 20 Persen

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:19
in Ekonomi
Stella-Christie

Wamendiktisaintek Stella Christie (Kiri) didampingi Ketua Program Studi Ilmu Kelautan dan Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan,FMIPA, Unversitas Cenderawasih Popi L Ayer (kedua kiri) melihat proses pengeringan ikan menggunakan teknologi surya di Pulau Kosong, Kampung Kayo Pulo. Foto: ANTARA/HO-Dokumen pribadi Popi Ayer

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sektor perikanan terus menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk di Papua. Wilayah yang dikenal sebagai Bumi Cenderawasih ini memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar, baik di perairan utara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik maupun di selatan Laut Arafura, dengan potensi hasil tangkap mencapai sekitar 1,3 juta ton per tahun.

Salah satu daerah dengan potensi perikanan menonjol adalah Kota Jayapura, yang secara geografis berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Produksi ikan tangkap di wilayah ini mencapai sekitar 45 ton per tahun, dengan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, dan tongkol. Tingginya potensi tersebut juga tercermin dari tingkat konsumsi ikan masyarakat yang mencapai 93,5 persen.

BacaJuga:

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat

Namun, di balik melimpahnya hasil laut, nelayan Jayapura menghadapi persoalan klasik, terutama saat musim ikan melimpah, yakni keterbatasan fasilitas pengeringan ikan. Kondisi ini kerap memicu kerugian besar akibat ikan yang cepat rusak.

Di Pulau Kosong, Kampung Kayo Pulo, nelayan bahkan harus mengeringkan ikan di sepanjang jembatan yang menjadi jalur aktivitas warga. Praktik ini tidak hanya berisiko menurunkan mutu ikan akibat kontaminasi bakteri, tetapi juga menyebabkan sebagian besar hasil tangkapan terbuang percuma.

Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Cenderawasih menghadirkan teknologi pengeringan ikan berbasis tenaga surya sebagai solusi tepat guna. Teknologi ini dirancang menggunakan sistem efek rumah kaca yang tertutup, sehingga ikan dapat dikeringkan secara higienis dengan kadar air yang terkontrol.

Selain menjaga kualitas produk, teknologi ini juga dirancang untuk mengurangi ketergantungan nelayan terhadap listrik rumah tangga. Energi matahari ditangkap melalui panel surya, disimpan dalam baterai, lalu digunakan untuk mendukung proses pengeringan dan penyimpanan ikan.

Ketua Program Studi Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih, Popi L. Ayer, menjelaskan bahwa sebelum adanya inovasi ini, tingkat kerusakan ikan saat musim panen bisa mencapai 75 persen, mengingat ikan segar hanya bertahan 1-2 hari tanpa pengolahan.

“Dengan teknologi ini, masa simpan ikan bisa meningkat menjadi 3-5 hari, dan tingkat kerusakan turun drastis hingga di bawah 20 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, kapasitas pengeringan ikan juga meningkat signifikan. Jika sebelumnya nelayan hanya mampu mengeringkan sekitar 100 kilogram per pekan, kini kapasitasnya melonjak hingga 300 kilogram per pekan.

Manfaat teknologi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat Pulau Kosong yang dihuni sekitar 150 kepala keluarga, dengan hampir seluruh penduduk menggantungkan hidup sebagai nelayan. Dalam setahun, hasil tangkapan melimpah biasanya hanya terjadi pada periode Februari hingga Agustus, sementara di bulan lainnya nelayan kerap kesulitan mendapatkan ikan.

Perwakilan kelompok nelayan Pulau Kosong, Marzuki, mengatakan saat musim ikan tiba, setiap kelompok nelayan bisa memperoleh hingga 15 ton ikan per bulan. Tanpa teknologi pengolahan, sebagian besar hasil tangkapan terpaksa dibuang karena tidak terserap pasar.

Hadirnya teknologi pengeringan surya ini dinilai menjadi bukti nyata kolaborasi kampus dan negara melalui dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang mendorong pemanfaatan sains dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Proses pengeringan pun menjadi jauh lebih efisien. Jika sebelumnya membutuhkan waktu 3–4 hari dengan metode penjemuran konvensional, kini pengeringan ikan dapat diselesaikan hanya dalam 4–5 jam.

Selain meningkatkan nilai ekonomi, teknologi ini juga membuka peluang kerja baru bagi istri-istri nelayan, yang terlibat dalam proses pengeringan dan pemasaran ikan olahan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa inovasi berbasis sains harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, teknologi tepat guna seperti pengeringan ikan tenaga surya perlu terus dikembangkan, terutama di wilayah pulau-pulau kecil.

Di sisi lain, Popi L. Ayer menekankan pentingnya penguatan kelembagaan nelayan agar manfaat teknologi dapat berkelanjutan. Penguatan tersebut mencakup pembentukan kelompok nelayan, koperasi pesisir, hingga BUMDes, disertai pendampingan administrasi, akses pasar, dan tata kelola keuangan.

Pendekatan sosial dan budaya juga dinilai krusial. Pengakuan terhadap hak ulayat laut serta keterlibatan struktur adat setempat menjadi kunci agar program pemberdayaan nelayan tidak memicu konflik sosial dan benar-benar berkelanjutan. (dam)

Tags: jayapuranelayanTeknologi Surya

Berita Terkait.

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat
Ekonomi

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:35
Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi
Ekonomi

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:32
Andra-Soni
Ekonomi

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:23
UMKM
Ekonomi

Kementerian UMKM Hadirkan Peluang Baru bagi Pengusaha Kopi Terdampak Bencana di ICX 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:41
X-Force
Ekonomi

Mitsubishi New Xforce: Bahan Bakar Efisien, Tampilan Modern dan Menawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:40
Fronx
Ekonomi

Tak Sekadar Tampil Sporty, Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Kini Punya Fitur DVR

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:25

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2096 shares
    Share 838 Tweet 524
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.