• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peran Media Online dalam Membentuk Opini Publik: Tinjauan Teori Framing

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 29 Januari 2026 - 15:21
in Nasional
Panji Anugrah Pramadani
Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Panji Anugrah Pramadani, Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Perkembangan media online telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memahami informasi dan realitas sosial. Tidak lagi sekadar menyampaikan fakta, kehadiran media digital justru memberikan bingkai tertentu terhadap suatu peristiwa, sehingga persepsi publik dapat terbentuk secara cepat dan massif. Fenomena ini penting dicermati dalam perspektif teori komunikasi, khususnya Teori Framing, yang menjelaskan bagaimana media menyeleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari suatu peristiwa untuk membentuk cara pandang khalayak.

BacaJuga:

Aher: Bela Negara Dimulai dari Mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil

Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari

Teori Framing menjelaskan bahwa media berperan aktif dalam membentuk interpretasi publik melalui cara penyajian informasi. Media menentukan aspek mana yang perlu ditekankan, narasumber mana yang layak dikutip, serta sudut pandang seperti apa yang layak ditonjolkan. Istilah framing sendiri sering digunakan untuk menggambarkan proses tersebut – bukan sekadar pelaporan fakta, melainkan cara media “membingkai” peristiwa sehingga publik melihatnya dalam konteks tertentu.

Dalam era digital saat ini, fenomena framing menjadi semakin nyata. Media online yang kompetitif terus mencari cara untuk menarik perhatian pembaca. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui penulisan judul yang provokatif, pemilihan kata yang bernuansa emosional, dan struktur narasi yang memperkuat bingkai tertentu. Misalnya, pemberitaan yang terlalu menonjolkan konflik, kontroversi, atau perdebatan, memberi efek psikologis yang kuat sehingga pembaca cenderung menangkap isu tersebut sebagai sesuatu yang penuh konflik atau ketidakpastian.

Lebih jauh lagi, framing bukan hanya soal pilihan kata, tetapi juga berkaitan dengan pilihan narasumber. Ketika media lebih sering menghadirkan satu kelompok narasumber dibandingkan yang lain, maka pembaca akan melihat isu tertentu dari perspektif yang terbatas. Padahal dalam banyak kasus, realitas sosial memiliki banyak lapisan dan kompleksitas yang seharusnya ditampilkan secara seimbang. Ketidakseimbangan ini bisa menghasilkan persepsi publik yang miring, tergantung pada bagaimana informasi tersebut dibingkai.

Tidak bisa dimungkiri bahwa media online memiliki peran yang sangat kuat dalam membentuk opini publik. Ketika suatu berita terus diulang dengan pola framing yang sama, secara tidak langsung publik akan menginternalisasi cara pandang tersebut sebagai “kebenaran”. Inilah yang membuat framing bukan sekadar alat jurnalistik, tetapi juga instrumen komunikasi yang berpengaruh terhadap cara masyarakat berpikir dan bersikap.

Dalam konteks masyarakat yang semakin terhubung secara digital, kemampuan media dalam menggunakan framing harus dikaji secara kritis. Di satu sisi, framing merupakan bagian dari praktik jurnalistik yang wajar karena media perlu mencari bentuk penyajian yang menarik dan mudah dipahami. Namun, di sisi lain, media memiliki tanggung jawab sosial untuk menyajikan informasi secara akurat dan berimbang. Media yang tidak berhati-hati dalam membingkai suatu peristiwa berpotensi memperkuat polarisasi, misinformasi, dan ketidakpercayaan publik terhadap informasi yang benar.

Sedangkan bagi publik, pemahaman terhadap teori framing dapat membantu pembaca untuk lebih kritis dalam menyikapi berita. Dengan menyadari bahwa setiap berita memiliki bingkai tertentu, masyarakat bisa melatih diri untuk tidak menerima informasi secara mentah. Pemahaman kritis ini penting agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang hanya menonjolkan segi tertentu dari kenyataan tanpa melihat gambaran utuhnya.

Dalam situasi banjir informasi di era digital ini, hubungan antara media dan khalayak menjadi semakin kompleks. Media memegang peran besar dalam membentuk opini publik, sementara publik juga memiliki kesempatan untuk bereaksi dan berpartisipasi melalui saluran digital yang tersedia. Interaksi dua arah ini, jika digunakan secara bijak, dapat membantu menciptakan ruang komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Sebagai penutup, teori framing membuka wawasan baru tentang bagaimana media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga memengaruhi cara masyarakat melihat dunia. Dengan memahami framing, baik media maupun publik dapat mengambil peran yang lebih konstruktif dalam proses komunikasi, sehingga terwujud pemahaman yang lebih jernih, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.*

Tags: Panji Anugrah PramadaniumjUniversitas Muhammadiyah Jakarta

Berita Terkait.

Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Aher: Bela Negara Dimulai dari Mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan

Senin, 14 September 2026 - 23:10
Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil

Senin, 14 September 2026 - 22:09
Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari

Senin, 14 September 2026 - 21:00
Purbaya Dicopot, Pengamat Sentil Masalah Koordinasi dan Sikap Overconfidence
Nasional

Purbaya Dicopot, Pengamat Sentil Masalah Koordinasi dan Sikap Overconfidence

Senin, 14 September 2026 - 20:46
Antrean BBM Mengular, YLKI Desak Pertamina dan ESDM Buka Data Stok dan Distribusi 
Nasional

Antrean BBM Mengular, YLKI Desak Pertamina dan ESDM Buka Data Stok dan Distribusi 

Senin, 14 September 2026 - 18:30
Bea Cukai Siapkan BTKI 2028, Dorong Tarif yang Dukung Industri dan Komoditas Unggulan
Nasional

Bea Cukai Siapkan BTKI 2028, Dorong Tarif yang Dukung Industri dan Komoditas Unggulan

Senin, 14 September 2026 - 18:09

OLAHRAGA

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional
Olahraga

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Editor Laurens Dami
Senin, 14 September 2026 - 14:45

INDOPOSCO.ID — Pegadaian Championship memasuki babak baru. Mulainya gelaran kompetisi sepak bola profesional Indonesia tersebut ditandai dengan Launching & Press...

SelengkapnyaDetails
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16
timnas

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Sabtu, 12 September 2026 - 21:08
persija

Sengit! Persija Bungkam Persib Lewat Gol Injury Time

Sabtu, 12 September 2026 - 19:11

BERITA POPULER

  • timnas

    Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1474 shares
    Share 590 Tweet 369
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    934 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Bambang Setiawan, Pelaku Ternyata Pekerja Serabutan

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Bantu Tekan Abrasi Pesisir, BRIN Sulap Limbah Plastik Jadi Eco Hex Brick

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.