• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Menolak Buzzer, Memilih Dialog: Jalan Komunikasi Pramono Anung di Balai Kota

Dilianto - Editor Dilianto -
Selasa, 27 Januari 2026 - 12:08
in Megapolitan
BE

Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Pembina IKA Fikom Unpad, Pramono Anung menyampaikan sambutan dalam acara Executive Breakfast Meeting bertajuk “Riah Riuh Komunikasi” di Jakarta, Senin (26/1/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah riuh notifikasi, linimasa yang bising, dan opini yang saling bersahutan, komunikasi publik perlahan diuji: apakah masih sekadar etalase pencitraan, atau benar-benar jembatan kepercayaan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih jalur kedua. Melalui berbagai forum dialog dan keterbukaan informasi, Pemda mencoba menampilkan cara kerja birokrasi apa adanya, tanpa pengeras suara buatan, tanpa pasukan buzzer.

BacaJuga:

Pemprov DKI Hormati Proses Hukum Mantan Kadis LH, Janji Benahi Tata Kelola Bantargebang

Inovasi Tools AHASS Wahana Percepat Servis, Prestasi KLHR 2026 Jadi Bukti Nyata

Pengedar Ganja 3,6 Kg di Tanah Abang Dibekuk, Polisi Kembangkan Jaringan Pemasok

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa komunikasi tidak seharusnya berhenti pada publikasi satu arah.

“Terutama bagi pejabat, komunikasi itu jangan dianggap sebagai publikasi saja, komunikasi itu harus menjadi ruang dialog yang terbuka dengan orang dalam,” ujar Pramono dalam pembukaan diskusi Executive Breakfast Meeting bertajuk “Riah Riuh Komunikasi” di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurut Pram -sapaan Pramono Anung-, tantangan terbesar komunikasi birokrasi justru terletak pada kejujuran menyampaikan proses, bukan sekadar hasil.

Publik, kata dia, berhak mengetahui apa yang sedang dikerjakan pemerintah, termasuk kerumitan dan keterbatasannya.

“Komunikasi itu kan pilihan, memiliki ruang depan dan belakang, buat saya antara ruang depan dan belakang itu harus sama dan itu yang saya lakukan saat memimpin Jakarta saat ini,” kata Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA Fikom Unpad) itu

Sikap tersebut pula yang membuatnya mengambil jarak dari praktik memperbesar citra di media sosial melalui jasa buzzer atau pembelian pengikut.

”Ada yang menyarankan, saya menolak. Biarkan saya seperti ini saja,” jelasnya.

Ia menuturkan, pendekatan yang natural justru membuahkan kepercayaan publik. Dalam pengalamannya, elektabilitas bisa tumbuh tanpa harus dipoles secara artifisial.

Bahkan, lanjut Pram, dengan komunikasi yang natural kata Pramono, dirinya bisa meraih 50,07 persen, dari awalnya ketika di survei hanya 0,1 persen.

Pram juga menegaskan bahwa keterbukaan tidak identik dengan bebas kritik. Ia mengaku siap menerima sorotan tajam, termasuk saat kebijakan atau prioritasnya dianggap kontroversial.

“Ya saya juga tidak anti kritik, saat banjir saja saya malah urus The Jak, ini pasti ada kritik. Tidak apa, tetapi saya juga terus bekerja mengeruk kali,” tambahnya.

Di tengah derasnya arus informasi dan strategi pencitraan digital, pilihan Pramono terdengar sederhana, bahkan nyaris kuno: berbicara apa adanya, bekerja apa adanya. Namun justru di sanalah komunikasi menemukan maknanya, bukan sebagai alat untuk terlihat, melainkan sebagai cara untuk dipercaya. (her)

Tags: buzzerGubernur DKI Jakartapramono anung

Berita Terkait.

Basarnas
Megapolitan

Pemprov DKI Hormati Proses Hukum Mantan Kadis LH, Janji Benahi Tata Kelola Bantargebang

Selasa, 21 April 2026 - 18:28
Mekanik
Megapolitan

Inovasi Tools AHASS Wahana Percepat Servis, Prestasi KLHR 2026 Jadi Bukti Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 18:08
narkoba
Megapolitan

Pengedar Ganja 3,6 Kg di Tanah Abang Dibekuk, Polisi Kembangkan Jaringan Pemasok

Selasa, 21 April 2026 - 12:52
hujan
Megapolitan

Didominasi Cerah Berawan, Potensi Hujan di Sebagian Jakarta pada Sore dan Malam Hari

Selasa, 21 April 2026 - 09:05
Kasus Longsor Bantargebang, KLH Tetapkan Mantan Kadis LH Jakarta Tersangka
Megapolitan

Kasus Longsor Bantargebang, KLH Tetapkan Mantan Kadis LH Jakarta Tersangka

Senin, 20 April 2026 - 19:46
Kevin-Wu
Megapolitan

Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

Senin, 20 April 2026 - 13:11

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    729 shares
    Share 292 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.