• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kang Maman: Tanpa Critical Thinking-Critical Analysis, Demokrasi Terancam Semu

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 27 Januari 2026 - 17:47
in Nasional
kang

Penulis sekaligus pegiat literasi, Maman Suherman atau akrab disapa Kang Maman. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah riuh rendah percakapan media sosial yang kian bising, batas antara informasi, opini, dan propaganda sering kali menjadi kabur. Dalam situasi itulah buku “Riah Riuh Komunikasi” hadir, menawarkan bukan sekadar bacaan, tetapi juga peta berpikir bagi publik dan kalangan akademisi untuk memahami komunikasi politik serta pembentukan opini di era digital.

Penulis sekaligus pegiat literasi, Maman Suherman, menilai buku ini layak menjadi rujukan serius karena tidak hanya memotret fenomena, tetapi juga membedahnya secara ilmiah.

BacaJuga:

415 Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas Jembatan TNI

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Beri Beasiswa Digital di Monash University Indonesia

“Semua buku pasti ada manfaatnya. Buku ini mengajak kita untuk memotret fenomena-fenomena komunikasi sosial, komunikasi politik hari ini, lalu mencoba mengaitkannya dengan landasan teori komunikasi,” ujar Maman kepada INDOPOSCO usai Executive Breakfast Meeting bertajuk “Riah Riuh Komunikasi” di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Maman itu, kekuatan utama buku ini terletak pada kemampuannya menjembatani praktik komunikasi sehari-hari dengan kerangka berpikir akademik.

“Jadi bagus buat mahasiswa, bagus buat orang yang ingin mendalami komunikasi di negeri ini, tapi juga sekaligus memantik kita untuk selalu berpikir kritis,” katanya.

Ia menegaskan, membangun narasi di ruang publik tidak cukup hanya dengan merangkai kata-kata menarik, tetapi harus disertai kemampuan mempertahankan argumen secara rasional.

“Bagus memantik kita untuk selalu berpikir menggunakan landasan-landasan berpikir yang kuat. Karena membangun narasi itu tidak sekadar membuat narasi, tapi bagaimana mempertahankan narasi itu, bagaimana bisa berargumentasi dengan baik,” tutur Kang Maman.

“Buku ini mengajarkan kita seperti itu, sehingga yang didapat itu bukan cuma soal bisingnya, tapi soal isinya. Itu poin penting yang ada di buku ini,” sambungnya.

Ia berharap, kehadiran buku ini mampu mendorong kualitas debat publik menjadi lebih substansial dan tidak lagi terjebak pada serangan personal, hoaks, maupun polarisasi ekstrem.

“Paling tidak mengajak terus masyarakat untuk bersuara. Salah satunya dengan medium buku misalnya. Nggak boleh masyarakat dibungkam untuk tidak bersuara sama sekali,” tegasnya.

Menurutnya, hilangnya daya berpikir kritis merupakan ancaman serius bagi demokrasi.

“Kalau sudah sampai kita kehilangan daya berpikir kritis, kita kehilangan critical thinking, critical analysis, itu bahaya buat negeri ini sendiri,” ungkapnya.

Melalui Riah Riuh Komunikasi, Kang Maman berharap ruang publik Indonesia tidak lagi sekadar dipenuhi kebisingan, tetapi juga keberanian berpikir, adu gagasan yang sehat, serta budaya dialog yang beradab—agar demokrasi tidak hanya ramai di permukaan, tetapi juga matang dalam substansi.

Diketahui, Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (IKA Fikom Unpad) kembali menggelar Executive Breakfast Meeting bertajuk “Riah Riuh Komunikasi” di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Tema ini diambil dari buku terbaru analis komunikasi politik sekaligus Ketua Umum IKA Fikom Unpad, Hendri Satrio, yang menjadi benang merah diskusi sepanjang acara. (her)

Tags: Critical AnalysisCritical ThinkingdemokrasiKang MamanKomunikasiMaman SuhermanPegiat LiterasiRiah Riuh Komunikasi

Berita Terkait.

415
Nasional

415 Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas Jembatan TNI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:50
WADUK
Nasional

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:40
Monash University Indonesia.
Nasional

Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Beri Beasiswa Digital di Monash University Indonesia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:15
menhut
Nasional

Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:20
dikti
Nasional

Ledakan AI Ubah Lanskap Dunia, Wamendiktisaintek Tekankan 3 Peran Kunci Perguruan Tinggi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:02
kadin
Nasional

Bertemu Kadin di Istana, Prabowo: Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Kunci Pembangunan

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:43

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2060 shares
    Share 824 Tweet 515
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3143 shares
    Share 1257 Tweet 786
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.