• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Dorong Sekutunya Belanja Militer Lima Persen dari PDB

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 25 Januari 2026 - 00:04
in Internasional
Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/aa.)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Strategi pertahanan baru Amerika Serikat yang dirilis Jumat mendorong seluruh sekutu dan mitra Washington meningkatkan belanja militer hingga lima persen dari produk domestik bruto (PDB) serta mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan nasional masing-masing.

Dokumen Pentagon itu menegaskan agenda Presiden Donald Trump tentang “America First” dan “peace through strength”, seraya menyebut sekutu harus berperan lebih besar, bukan lagi sebagai “ketergantungan generasi terakhir”, karena AS perlu memprioritaskan pertahanan wilayahnya dan kepentingannya di Belahan Barat.

BacaJuga:

Gemilang! Indonesia Sabet Juara Pertama di MAMF 2026 Korea Selatan, Pertahankan Gelar Dua Tahun Beruntun

Bidik Pasar Portugal, Menteri P2MI Perkuat Pemetaan Kebutuhan Pekerja Migran

Jangan Jadi Penonton! DPR Dorong RI Aktif Redam Konflik Houthi-Arab Saudi

“Kami akan mendorong agar sekutu dan mitra memenuhi standar ini di seluruh dunia, bukan hanya di Eropa,” bunyi Strategi Pertahanan Nasional pertama sejak Trump kembali menjabat setahun lalu, merujuk pada target lima persen.

Dokumen itu menyatakan bahwa bila sekutu memenuhi target tersebut bersama AS, mereka akan mampu membangun kekuatan untuk mencegah atau mengalahkan calon lawan di setiap kawasan utama dunia, bahkan menghadapi agresi secara bersamaan.

Anggota NATO telah berkomitmen memenuhi tuntutan Trump menaikkan belanja pertahanan dari dua persen menjadi lima persen PDB pada 2035. Target baru NATO terdiri dari 3,5 persen untuk belanja militer inti dan tambahan 1,5 persen untuk pengeluaran terkait keamanan.

Sambil memuji Eropa dan Korea Selatan karena berkomitmen menaikkan anggaran pertahanan sejak Trump kembali berkuasa, dokumen itu mengisyaratkan sekutu besar lain, termasuk Jepang, akan menghadapi tekanan lebih besar dari Washington.

Sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional yang dirilis Gedung Putih pada Desember, dokumen pertahanan tersebut menyinggung China dan pembangunan militernya yang pesat, meski dengan nada lebih lunak dibanding versi sebelumnya.

Pendekatan pemerintahan Trump disebut untuk menangkal China di Indo-Pasifik melalui kekuatan, “bukan konfrontasi”.

Dalam dokumen 34 halaman itu tidak ada penyebutan Taiwan, pulau yang diperintah sendiri dan diklaim China, di tengah meningkatnya tekanan militer Beijing di kawasan tersebut.

“Presiden Trump menginginkan perdamaian yang stabil, perdagangan yang adil, dan hubungan saling menghormati dengan China,” bunyi dokumen itu, seraya menambahkan bahwa tujuan Washington bukan untuk mendominasi Beijing.

“Tujuan kami sederhana: mencegah siapa pun, termasuk China, mendominasi kami atau sekutu kami,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, militer AS akan membangun “pertahanan penolakan yang kuat” di sepanjang rantai pulau pertama, dari Jepang melalui Taiwan dan Filipina hingga Kalimantan, yang mengelilingi perairan pesisir China.

Berbeda dari strategi keamanan terbaru Gedung Putih, dokumen pertahanan ini menyinggung Korea Utara, yang disebut menimbulkan ancaman militer langsung terhadap Jepang dan Korea Selatan.

Namun, dokumen itu juga menyatakan Korea Selatan mampu memikul tanggung jawab utama untuk menangkal Korea Utara dengan dukungan AS yang lebih terbatas, mengingat peningkatan kemampuan militernya dan wajib militer. (bro)

Tags: Amerika SerikatBelanja MiliterProduk Domestik Bruto

Berita Terkait.

1
Internasional

Gemilang! Indonesia Sabet Juara Pertama di MAMF 2026 Korea Selatan, Pertahankan Gelar Dua Tahun Beruntun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:46
udin
Internasional

Bidik Pasar Portugal, Menteri P2MI Perkuat Pemetaan Kebutuhan Pekerja Migran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:20
riyadh
Internasional

Jangan Jadi Penonton! DPR Dorong RI Aktif Redam Konflik Houthi-Arab Saudi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09
tibet
Internasional

Gempa M 7,0 Guncang Tibet, Dipastikan Tidak Ada Korban WNI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:20
siswa
Internasional

Aher Soroti Dugaan Pembatasan Jilbab di Azerbaijan: HAM Tak Boleh Bermuka Dua

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:02
Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun, Pembiayaan UKM Tumbuh 6,9 Persen
Internasional

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Mentrans Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:07

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5128 shares
    Share 2051 Tweet 1282
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1258 shares
    Share 503 Tweet 315
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    984 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.