• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jadi Bagian Peradaban, Mendikdasmen: AI Harus Diiringi Keadaban Digital

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:12
in Nasional
Abdul-Mu'ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kecerdasan artifisial (AI) telah menjadi bagian dari peradaban manusia. Namun, untuk kepentingan manusia, harus diiringi dengan digital civility atau keadaban digital.

Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam keterangan, Sabtu (24/1/2026). Ia mengatakan, tanpa etika, pemanfaatan AI justru bisa menjadi sumber persoalan sosial baru.

BacaJuga:

Demo di Patung Kuda, Perwakilan Mahasiswa Temui Gibran

Jemaah Haji Pulang Lebih Nyaman, Bea Cukai Hadirkan Layanan Registrasi IMEI di Debarkasi

Viral Video Kekerasan 3 PMI di Malaysia, Kementerian P2MI Turun Tangan

Ia menjelaskan, bahwa perkembangan AI telah memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk pendidikan, riset, dunia kerja, hingga cara manusia memperoleh dan mengolah pengetahuan.

Berbagai kajian global menunjukkan bahwa meskipun AI berpotensi menggantikan sejumlah jenis pekerjaan, pada saat yang sama teknologi ini juga membuka berbagai peluang baru. “Yang terdampak adalah mereka yang tidak menguasai teknologi,” katanya.

“Tetapi mereka yang menguasai AI justru akan menjadi semakin berdaya. Karena itu, pendidikan memiliki peran strategis untuk memastikan generasi muda tidak tertinggal,” sambungnya.

Menurut Mu’ti, AI pada dasarnya bekerja dengan menghimpun dan merangkum data yang diunggah manusia. Karena itu, persoalan kebenaran dan validitas informasi menjadi tantangan yang sangat penting.

Jika data yang masuk tidak akurat atau tidak etis, lanjut dia, maka keluaran AI juga berpotensi menyesatkan. “AI bisa sangat cerdas, tetapi ia tidak memiliki hati dan kesadaran moral. Maka tanggung jawab manusialah untuk memastikan bahwa apa yang diunggah, diproduksi, dan disebarkan melalui AI adalah sesuatu yang benar dan baik,” terangnya.

Ia juga menyoroti maraknya manipulasi digital, seperti pemalsuan gambar, suara, dan narasi yang berpotensi merusak reputasi seseorang. Di era scroll society , ketika masyarakat cenderung membaca secara cepat dan dangkal, konten semacam ini mudah dipercaya dan disebarluaskan.

“Karena itu, etika, tata krama, dan literasi digital harus menjadi bagian penting dari pendidikan kita,” ujar Mu’ti.

Diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mulai mengintegrasikan AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah, dimulai dari kelas V SD.

Kebijakan tersebut dirancang secara bertahap agar sejalan dengan kesiapan guru dan infrastruktur satuan pendidikan. (nas)

Tags: Abdul Mu'tiAIdigitalMendikdasmen RIpendidikan

Berita Terkait.

gibran
Nasional

Demo di Patung Kuda, Perwakilan Mahasiswa Temui Gibran

Senin, 15 Juni 2026 - 19:07
imei
Nasional

Jemaah Haji Pulang Lebih Nyaman, Bea Cukai Hadirkan Layanan Registrasi IMEI di Debarkasi

Senin, 15 Juni 2026 - 18:20
udin
Nasional

Viral Video Kekerasan 3 PMI di Malaysia, Kementerian P2MI Turun Tangan

Senin, 15 Juni 2026 - 14:04
Dedi-Prasetyo
Nasional

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27
Pengawalan
Nasional

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

Senin, 15 Juni 2026 - 09:07
Presiden-Jerman
Nasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Senin, 15 Juni 2026 - 08:26

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6364 shares
    Share 2546 Tweet 1591
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1688 shares
    Share 675 Tweet 422
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.