• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Impor Daging Sapi 2026 Tetap Jalan Meski Produksi Lokal Disebut Aman

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 23 Januari 2026 - 13:33
in Ekonomi
daging

Pedagang menimbang daging sapi dagangannya yang dijual di Pasar Higienis Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu(26/3/2023). Foto: Antara/Andri Saputra

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah resmi menetapkan kuota impor daging sapi dan kerbau untuk tahun 2026, yang distribusinya akan dibagi kepada sejumlah BUMN pangan serta sektor swasta demi menjamin ketersediaan stok nasional.

Adapun distribusi kuota bagi swasta terbagi menjadi dua skema: pertama, pengadaan 700 ribu ekor sapi/kerbau bakalan yang diproyeksikan setara 189,7 ribu ton daging. Kedua, pemberian izin impor daging lembu dengan volume mencapai 30 ribu ton.

BacaJuga:

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

FKBI Usul PPN Tiket Pesawat Dipangkas di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge

“Tidak ada yang dipersulit. Kita sudah keluarkan. Kemudian BUMN yang juga mendapat alokasi, itu wajib untuk melakukan stabilisasi harga,” klaim Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Pemerintah memastikan kuota impor sapi bakalan sepenuhnya dikelola oleh swasta, sedangkan BUMN difokuskan pada impor daging untuk berperan sebagai stabilisator. Skema ini diterapkan agar pemerintah memiliki ruang intervensi untuk menjaga kepentingan konsumen di dalam negeri.

“Itu seluruhnya, 100 persen impor sapi bakalan, itu untuk swasta. Tidak ada BUMN. Tapi untuk daging, kalau itu bukan dipangkas (kuotanya), tapi supaya BUMN menjadi stabilisator. Ini dilakukan untuk rakyat Indonesia. Dengan begini, kami bisa intervensi,” ujar Amran.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan per 6 Januari 2026, Bapanas mencatat adanya stok awal sebesar 41,7 ribu ton daging sapi dan kerbau. Saldo pindahan (carry over) dari tahun 2025 tersebut dinilai cukup memperkuat ketahanan stok nasional.

Total pasokan daging nasional diproyeksikan mencapai 949,7 ribu ton, yang bersumber dari produksi dalam negeri, hasil penggemukan bakalan, serta impor. Jumlah ini melampaui total kebutuhan konsumsi rumah tangga dan non-rumah tangga yang sebesar 794,3 ribu ton.

Ia menambahkan bahwa impor daging oleh BUMN merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk mengintervensi pasar jika terjadi gejolak harga maupun pasokan demi kepentingan rakyat.

“Ingat, yang diimpor oleh BUMN, itu untuk rakyat. Bukan untuk konsumsi BUMN. Tapi untuk intervensi pasar. Kenapa? Kalau terjadi lonjakan harga, yang tanggung jawab siapa? Pemerintah,” imbuh Amran. (dan)

Tags: dagingImporsapi

Berita Terkait.

knecks
Ekonomi

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:28
Budianto-Chandra
Ekonomi

Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:09
Penumpang-Pesawat
Ekonomi

FKBI Usul PPN Tiket Pesawat Dipangkas di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:18
Mata-Uang
Ekonomi

Tekanan Eksternal Mengganas, Rupiah Melemah di Tengah Alarm Krisis Energi

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:47
Belanja
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:44
Transaksi
Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:42

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1510 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.