INDOPOSCO.ID – Kelurahan Cakung Barat mengawali tahun 2026 dengan memfokuskan program penataan lingkungan, khususnya normalisasi saluran air, sebagai langkah strategis untuk menekan genangan dan potensi banjir di wilayah permukiman warga.
Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, mengatakan sepanjang Januari pihaknya telah menjalankan berbagai kegiatan berbasis partisipasi warga, sekaligus menyasar persoalan lingkungan yang selama ini kerap menimbulkan keluhan.
“Untuk kegiatan utama di Kelurahan Cakung Barat pada bulan Januari banyak kegiatan sosial kemasyarakatan, di antaranya diskusi dan temu ramah bersama RT, RW, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda guna menginventarisasi persoalan dan mencari solusi dari permasalahan di lingkungan warga,” ujar Yasir kepada INDOPOSCO melalui gawai, Kamis (22/1/2026).
Salah satu langkah nyata adalah penertiban tempat pembuangan sampah (TPS) liar di RW 07 yang sebelumnya sering dijadikan lokasi pembakaran sampah dan menimbulkan pencemaran udara.
“Alhamdulillah TPS liar di RW 7 sudah berhasil kita eksekusi dan tertibkan. Sebelumnya sering ada aktivitas pembakaran sampah dan membuat lingkungan menjadi tidak sehat,” katanya.
Di bidang drainase, kelurahan menurunkan tim PPSU dan menggandeng Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur untuk membersihkan saluran yang tersumbat sedimen dan sampah. Normalisasi telah dilakukan di saluran utama Jalan Cakung-Cilincing RT 18 RW 07 dan RT 09 RW 08.
“Pembersihan seharusnya memang dilakukan dari hulu ke hilir. Insya Allah di bulan Februari nanti kita rencanakan pelaksanaan lanjutan dengan menggandeng RT, RW, dan pihak perusahaan di sekitar lokasi,” jelas Yasir.
Ia menegaskan, normalisasi saluran merupakan program paling berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kalau saluran berfungsi maksimal, maka saat hujan turun genangan bahkan banjir bisa diminimalisir,” tambahnya.
Namun, tantangan terbesar di lapangan adalah banyaknya saluran yang sudah ditutup atau dicor secara pribadi oleh warga.
“Ini cukup menyulitkan petugas saat melakukan pembersihan. Tantangan terbesar kami adalah kondisi saluran yang tertutup bangunan,” ungkapnya.
Untuk itu, pihak kelurahan mengedepankan pendekatan dialogis dengan RT, RW, tokoh masyarakat, dan pemilik bangunan agar penataan saluran dapat berjalan optimal.
Melalui upaya berkelanjutan ini, pemerintah kelurahan berharap persoalan genangan air tidak lagi menjadi ancaman rutin setiap musim hujan, sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan layak huni. (her)










