INDOPOSCO.ID – Medco Foundation bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas bergerak cepat memberikan bantuan bagi korban banjir di Aceh.
Fokus bantuan kali ini menyasar kebutuhan paling vital, yakni penyediaan instalasi pengolahan air bersih berteknologi ultrafiltrasi di tiga desa terdampak parah.
Fasilitas pengolahan air ini mampu memproduksi hingga 25 ribu liter air bersih per hari. Kehadirannya menjadi solusi bagi lebih dari 3 ribu pengungsi di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Proses pemasangan alat dilakukan sejak 12 hingga 17 Januari 2026, mencakup instalasi teknis hingga pelatihan pengoperasian bagi warga lokal agar teknologi tersebut dapat digunakan secara mandiri.
Head of Program Medco Foundation, Rendra Permana, menekankan akses terhadap air bersih adalah elemen kemanusiaan yang mendasar saat terjadi bencana.
“Air bersih ini sangat vital. Kami berkolaborasi dengan SKK Migas dan KKKS untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa memenuhi kebutuhan paling mendasar korban bencana. Ke depan, instalasi ini akan dikelola secara mandiri oleh warga dengan dukungan pemerintah daerah,” jelas Rendra Permana (22/1/2026).
Pemasangan dilakukan di tiga titik strategis dengan tantangan sumber air yang berbeda. Di Desa Pante Labu (Aceh Timur), teknologi ini mengolah sisa air dari bendungan yang runtuh. Di Desa Lhok Kuyun (Aceh Utara), petugas membersihkan jaringan Pamsimas untuk mengalirkan air sungai yang keruh ke rumah-rumah warga. Sementara di Desa Pante Baro Buket Panyang (Bireuen), sistem ultrafiltrasi sukses mengubah air sumur bor yang berbau dan berwarna menjadi layak konsumsi.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk koordinasi lintas KKKS di wilayah Sumatera Bagian Utara untuk mengawal masa pemulihan pasca-bencana.
“Pihak kami telah mengoordinasikan partisipasi sejumlah KKKS yang beroperasi di Sumatera Bagian Utara agar bantuan selaras dengan kebutuhan pengungsi, terutama pada masa transisi dari tanggap darurat menuju fase pemulihan,” katanya.
Sebagai catatan, komitmen ini merupakan kelanjutan dari aksi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak akhir Desember 2025.
Sebelumnya, Medco Foundation dan SKK Migas telah menyalurkan bantuan bahan pangan, sandang, serta perlengkapan dapur senilai total Rp1,7 miliar bagi korban bencana di Sumatera. (rmn)




















