INDOPOSCO.ID – Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menuturkan, kronologi evakuasi satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-50 dari kawasan Gunung Bulusaraung, Rabu (21/1/2026). Evakuasi tersebut dilakukan menggunakan helikopter Rescue Basarnas Dauphin AS-365 N3 menuju Lanud Sultan Hasanuddin.
Tim SAR gabungan bergerak menembus kabut tebal yang menyelimuti lereng Gunung Bulusaraung sejak Minggu (18/1/2026). Teknik rappelling atau teknik menuruni permukaan vertikal curam terpaksa dilakukan untuk menembus medan tebing curam di lokasi jatuhnya pesawat tersebut.
“Tim harus menuruni tebing dengan teknik rappelling untuk menjangkau lokasi jatuhnya pesawat,” kata Arifaini Nur Dwiyanto dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia menyatakan, evakuasi melalui jalur udara tersebut menjadi tahap krusial setelah Tim SAR gabungan menaikkan jenazah ke titik aman di tengah medan pegunungan yang curam.
“Setibanya di Lanud Sultan Hasanuddin, jenazah dipindahkan ke ambulans RSAU dr. Dody Sardjoto,” jelas Arifaini Nur Dwiyanto.
Selanjutnya jenazah dibawa ke RSAU dr. Dody Sardjoto untuk proses identifikasi awal sebelum dibawa ke posko DVI di RS Bhayangkara.
Sejauh ini, dua jenazah telah ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jenazah pertama berhasil dievakuasi menggunakan helikopter. Di dalam pesawat itu terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang dari pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“TNI AU bersama seluruh elemen SAR terus melanjutkan pencarian korban lainnya,” ujar Arifaini Nur Dwiyanto.
Dukungan mobilitas udara, personel medis, dan logistik di Lanud Sultan Hasanuddin disiagakan untuk memastikan setiap tahap evakuasi berjalan cepat dan aman.
Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros/Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat sedang dalam perjalanan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, sebelum hilang kontak pada pukul 13.17 WITA. (dan)










