• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Festival Tungguk Tembakau Pupus Pandangan Negatif Ritual Petik Tembakau di Lereng Gunung Merbabu dan Gunung Merapi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 16 Januari 2026 - 00:06
in Daerah
Nasuha
Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Nasuha

Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta

BacaJuga:

GKR Hemas Siap Kawal Kebutuhan Pembangunan Pandeglang ke Pemerintah Pusat

Hilirisasi Perkebunan, Kunci UKMK Dongkrak Nilai Tambah dan Daya Saing

Pendidikan Pascabencana Sumatera: 3.132 Sekolah Sudah Dibangun, Rp5,6 Triliun Disalurkan

INDOPOSCO.ID – Dulu, ritual petik tembakau dilakukan secara perorangan oleh tiap-tiap petani tembakau di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Merapi, Jawa Tengah. Namun, kini ritual dikemas dalam bentuk festival budaya.

Pada saat perayaan Festival Tungguk Tembakau petani di lereng Gunung Merbabu dan Merapi, biasanya sibuk untuk mempersiapkan acara. Mereka berasal dari 3 kecamatan di Kabupaten Boyolali.

Dengan berpakaian sederhana khas Jawa lengkap dengan blangkon dan ikat kepala, para petani tumpah ruang di pelataran Makam Gunung Sari. Mereka berasal dari Desa Tarubatang, Desa Senden, Desa Jeruk, Desa Selo, Desa Suroteleng dan Desa Lencoh, mewakili Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musok, Kabupaten Boyolali.

Digelar sejak 2015 lalu, kearifan lokal ini difokuskan di 2 titik yang berbeda. Yakni di pelataran Makam Gunung Sari yang menjadi titik awal prosesi ritual tahunan dan pusat desa. Usai disiapkan oleh kaum perempuan secara bergotong royong, gunungan dipikul oleh para laki-laki, diarak menuju pelataran Makam Gunung Sari.

Di pelataran berukuran 12 x 10 Meter inilah seluruh gunungan dipusatkan. Ada 5 gunungan besar dan 4 gunungan kecil. Dua gunungan dengan tinggi 2,5 Meter dan diameter 1 Meter berupa gunungan daun tembakau. Masyarakat di sana menjadikannya sebagai simbol gunungan lanang (laki-laki) dan satu gunungan berupa hasil bumi yang menjadi simbol gunungan wedhok (perempuan).

Dua gunungan ini sebelumnya telah melalui proses inap atau bermalam di pelataran Makam Gunung Sari. Tujuannya, sebagai simbol perwujudan rasa syukur dengan hasil panen tembakau yang melimpah. Usai melalui ritual doa yang dipimpin oleh juru kunci Makam Gunung Sari Harjo, kedua gunungan ini diarak warga menuju pusat Desa Senden.

Sementara 3 gunungan nasi berukuran besar atau biasa disebut tumpeng dan 4 tumpeng kecil lainnya, lengkap dengan lauk dan sayuran dimakan bersama-sama di pelataran Makam Gunung Sari. Menurut adat istiadat masyarakat setempat, usai prosesi ritual pengunjung yang hadir wajib makan atau menyantap makanan dari tumpeng.

Dipimpin oleh pemuka adat, serangkaian doa dipanjatkan di depan makam Kyai Syech Muhamad lengkap dengan persembahan kopi, ayam ingkung (bekokok), rokok dan kembang. Sesekali nampak pemuka adat menaburkan dupa di tungku yang berada di sebelah kiri bawah pusaran makam.

Animo warga yang ingin menyaksikan prosesi ritual tertampung di pelataran Makam Gunung Sari. Sepanjang 1 Kilometer warga berbaris menunggu gunungan lanang dan wedhok diarak ke pusat desa. Dengan perbekalan yang sejak awal dibawa, warga secara bersama-sama menyantapnya.

Matahari kian tinggi tak menyurut masyarakat dari Desa Senden untuk setia menunggu arak-arakan gunungan dari pelataran Makam Gunung Sari. Sepanjang jalan menuju makam Gunung Sari, warga yang sejak awal membawa perbekalan tampak menyantap makanan secara bancakan (makan bersama). Cara ini, mereka yakini membawa berkah tersendiri.

Selesai prosesi ritual, petik tembakau sebagai simbol awal panen dimulai dan bancakan di pelataran Makam Gunung Sari, dua gunungan pun diarak menuju pusat desa Senden. Dengan dipandu gunungan lanang diangkat oleh empat pria dengan mengenakan pakaian ala prajurit. Sementara gunungan wedhok diangkat oleh delapan orang pria.

Setibanya di pusat desa, dua gunungan disambut para warga yang sudah berkumpul sejak pagi. Kembali proses ritual doa dilakukan oleh pemuka adat, sebelum menyerahkannya kepada pemangku desa atau kepala desa. Setelah melalui sejumlah proses serah terima dua gunungan diberikan kepada para warga yang sudah menanti untuk ngalap berkah (mencari berkah).

Masyarakat tumpah ruah ingin mendapatkan hasil kebun dan tembakau yang berada di gunungan lanang atau gunungan wedhok. Tidak berhenti di situ, kemeriahan Festival Tungguk Tembakau juga dimeriahkan oleh kirab budaya dan atraksi kebudayaan tradisional.

Masyarakat pun cukup terhibur dengan atraksi kuda kepang atau jathilan dan kirab busana daerah yang diiringi marching band.

Festival Tungguk Tembakau tidak hanya menarik animo masyarakat sekitar Boyolali. Beberapa wisatawan lokal dan mancanegara cukup menikmati prosesi sejak ritual hingga acara ngalab berkah. Secara perlahan, Desa Senden yang dulu sepi jauh dari hiruk pikuk perkotaan, kini menjadi rintisan Desa Wisata.

Sebelum Festival Tungguk Tembakau digelar, petani tembakau di lereng Gunung Merbabu dan Merapi kerap memberikan sesaji di ladang. Proses ritual tersebut dilakukan sebelum petani melakukan petik tembakau secara perorangan.

Dari kajian komunikasi massa, fenomena ini dapat dijelaskan melalui Teori Peluru/Jarum Hipodermis. Asumsi dasar dari teori yang dipopulerkan Harold Lasswell kisaran 1920-an -1930-an ini memiliki kekuatan luar biasa, khalayak dianggap pasif hanya menerima semua pesan yang disampaikan.

Di mana, melalui pesan tersebut masyarakat petani tembakau di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Merapi secara perlahan turut dalam festival tungguk tembakau menggantikan ritual pemberian sesaji di ladang, sebelum mereka melakukan petik tembakau secara perorangan.

Sebab, pandangan masyarakat di sana, ngalap (mencari) berkah dapat diperoleh melalui makan bersama dan memperebutkan hasil kebun dari gunungan yang diarak pada festival Tungguk Tembakau.

Selain Teori Peluru/ Jarum Hipodermis, fenomena ini juga masuk dalam Teori Stimulus Respon. Di mana asumsi dasar teori ini, merupakan suatu prinsip belajar sederhana, di mana efek merupakan reaksi (respon) terhadap stimuli (rangsangan) tertentu. Komunikator dianggap dapat meramalkan reaksi dari pihak audience.

Melalui festival Tungguk Tembakau, masyarakat petani tembakau di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Merapi kini mulai terbiasa. Menjelang bulan Agustus mereka akan mempersiapkan segala kebutuhan untuk memeriahkan festival Tungguk Tembakau. Mulai dari kebutuhan sembako hingga keperluan lainnya.

Apalagi, festival ini tidak hanya menghilangkan pandangan negatif masyarakat luas tentang persembahan dengan sesaji, tapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya petani di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. (*)

Tags: Festival Tungguk Tembakaugunung merapiGunung MerbabuPetik TembakauRitual

Berita Terkait.

dpd
Daerah

GKR Hemas Siap Kawal Kebutuhan Pembangunan Pandeglang ke Pemerintah Pusat

Kamis, 24 September 2026 - 04:44
umk
Daerah

Hilirisasi Perkebunan, Kunci UKMK Dongkrak Nilai Tambah dan Daya Saing

Kamis, 24 September 2026 - 01:11
abdul
Daerah

Pendidikan Pascabencana Sumatera: 3.132 Sekolah Sudah Dibangun, Rp5,6 Triliun Disalurkan

Rabu, 23 September 2026 - 23:23
soni
Daerah

Identitas ABK KM Arupadhatu 1 Terungkap, Gubernur Banten Kawal Pemulangan Jenazah

Rabu, 23 September 2026 - 22:02
bc3
Daerah

Bea Cukai Ngurah Rai Hadirkan Customs Payment Point sebagai Pembayaran Penerimaan Negara yang Lebih Transparan

Rabu, 23 September 2026 - 17:17
bc2
Daerah

Tim Gabungan di Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan 48.800 Benih Bening Lobster Senilai Rp6,13 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 16:26

OLAHRAGA

tpkk
Olahraga

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Editor Dilianto
Rabu, 23 September 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan...

SelengkapnyaDetails
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46
FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

Rabu, 23 September 2026 - 08:34
ole

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.