• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Perubahan Struktur Perdagangan Warnai Capaian Penerimaan Bea Cukai Belawan di Tahun 2025

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 14 Januari 2026 - 17:09
in Nusantara
Bea Cukai Belawan bukukan total penerimaan negara sebesar Rp2,103 triliun sepanjang tahun 2025. Foto: Bea Cukai

Bea Cukai Belawan bukukan total penerimaan negara sebesar Rp2,103 triliun sepanjang tahun 2025. Foto: Bea Cukai

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Belawan membukukan total penerimaan negara sebesar Rp2,103 triliun sepanjang tahun 2025, atau 199,59 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini ditopang lonjakan signifikan penerimaan bea keluar, meskipun di sisi lain penerimaan bea masuk mengalami tekanan akibat perubahan struktur impor.

Dari total penerimaan tersebut, bea keluar menjadi kontributor utama dengan realisasi mencapai Rp1,545 triliun, atau 570,91 persen dari target tahunan. Sementara itu, penerimaan bea masuk tercatat Rp682,5 miliar, dengan capaian 87,13 persen dari target, dan penerimaan cukai sebesar Rp20,6 juta. Lonjakan bea keluar terutama didorong oleh kinerja ekspor komoditas crude palm oil dan produk turunannya (CPOPT).

BacaJuga:

Kenapa Stunting Tak Kunjung Turun? 40 Kader Ini Belajar Cara Komunikasi Untuk Mengubah Perilaku

KKP Bidik Dampak Ekonomi Masyarakat dari Percepatan Pembangunan K-SIGN Rote Ndao

Dorong Transisi Energi Berkeadilan, Pemda Diminta Ambil Kendali Alih-alih Hanya Tunggu Pusat

“Sepanjang 2025, penerimaan bea keluar didominasi CPO dan produk turunannya, sejalan dengan dinamika harga referensi global serta struktur tarif yang berlaku. Kinerja ini menunjukkan peran strategis Pelabuhan Belawan sebagai salah satu gerbang utama ekspor komoditas unggulan nasional,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Ahmad Luthfi.

Selain CPO dan produk turunannya, Bea Cukai Belawan juga mencatat kontribusi penerimaan bea keluar dari komoditas non CPO. Sepanjang tahun 2025, penerimaan dari kelompok ini mencapai sekitar Rp16,45 miliar, terutama berasal dari komoditas kakao dan kayu. Kakao menyumbang sekitar 56 persen dari total penerimaan non CPO, baik dari ekspor biji kakao segar maupun fermentasi, sementara kayu menyumbang sekitar 44 persen, yang didominasi kayu olahan.

“Kontribusi ini menunjukkan bahwa meskipun relatif kecil dibandingkan CPO, komoditas non-CPO tetap berperan dalam menopang penerimaan dan mencerminkan diversifikasi basis ekspor di wilayah Belawan,” tambah Luthfi.

Di tengah capaian tersebut, Bea Cukai Belawan mencatat penurunan penerimaan bea masuk yang dipengaruhi oleh faktor struktural. Volume impor pada tahun 2025 turun sebesar 8,97 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga secara langsung mengurangi basis pengenaan Bea Masuk. Selain faktor volume, penerimaan Bea Masuk juga tertekan oleh meningkatnya pemanfaatan fasilitas tarif preferensi melalui perjanjian perdagangan bebas.

Sepanjang 2025, pemanfaatan Free Trade Agreement oleh importir mencapai 44,46 persen. Kondisi ini menurunkan beban tarif yang harus dibayarkan, meskipun aktivitas impor tetap berlangsung.

Struktur barang impor turut memperkuat tren tersebut. Sekitar 76 persen barang impor yang masuk melalui Pelabuhan Belawan merupakan bahan baku industri. Kelompok barang ini umumnya dikenakan tarif rendah, sehingga berdampak pada tarif efektif impor di Belawan yang hanya tercatat sebesar 0,77 persen sepanjang 2025.

Kombinasi penurunan volume impor, meningkatnya pemanfaatan tarif preferensi, serta dominasi bahan baku bertarif rendah menyebabkan penerimaan bea masuk tidak tumbuh seiring peningkatan aktivitas perdagangan.

Namun, kondisi ini mencerminkan fungsi Bea Cukai sebagai fasilitator perdagangan dan pendukung industri, sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong efisiensi rantai pasok dan daya saing industri dalam negeri.

Menanggapi capaian tersebut, Luthfi menyampaikan bahwa kinerja penerimaan tahun 2025 mencerminkan dinamika perdagangan yang perlu dibaca secara utuh.

“Lonjakan Bea Keluar menunjukkan kuatnya kinerja ekspor, khususnya komoditas CPO dan turunannya. Di sisi lain, penurunan Bea Masuk lebih disebabkan oleh faktor struktural, seperti penurunan volume impor, pemanfaatan tarif preferensi, serta dominasi bahan baku industri bertarif rendah. Ini sejalan dengan peran Bea Cukai dalam mendukung iklim usaha dan industri nasional,” katanya.

Selain penerimaan utama, Bea Cukai Belawan juga mencatat kontribusi dari kegiatan optimalisasi penerimaan melalui berbagai instrumen administrasi dan penegakan ketentuan kepabeanan. Upaya ini memperkuat total penerimaan negara di tengah dinamika perdagangan global yang terus berubah.

Dengan capaian tersebut, Bea Cukai Belawan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi penerimaan negara, kelancaran arus perdagangan, serta dukungan terhadap sektor industri. (ipo)

Tags: Bea CukaiBea Cukai BelawanPenerimaan Negara

Berita Terkait.

stunting
Nusantara

Kenapa Stunting Tak Kunjung Turun? 40 Kader Ini Belajar Cara Komunikasi Untuk Mengubah Perilaku

Minggu, 26 April 2026 - 14:14
kkp
Nusantara

KKP Bidik Dampak Ekonomi Masyarakat dari Percepatan Pembangunan K-SIGN Rote Ndao

Minggu, 26 April 2026 - 14:04
rute
Nusantara

Dorong Transisi Energi Berkeadilan, Pemda Diminta Ambil Kendali Alih-alih Hanya Tunggu Pusat

Minggu, 26 April 2026 - 13:23
ukb
Nusantara

UKB Bandar Lampung Jadi Andalan UMKM Hadapi Lonjakan Harga Kemasan

Minggu, 26 April 2026 - 11:11
gempa
Nusantara

Gempa Bermagnitudo 4,7 Hantam Pesisir Barat di Lampung Pagi Ini

Minggu, 26 April 2026 - 08:30
Srikandi Tangguh Dompet Dhuafa, Mengubah Kandang Menjadi Jalan Pendidikan Anak
Nusantara

Srikandi Tangguh Dompet Dhuafa, Mengubah Kandang Menjadi Jalan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 April 2026 - 12:08

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1351 shares
    Share 540 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    891 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.