• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar Sebut Politik Uang dan Pemimpin Pencitraan Rusak Demokrasi Indonesia

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 14 Januari 2026 - 11:57
in Nasional
(kiri ke kanan): Pakar hukum tata negara Feri Amsari, ekonom Talitha Chairunissa, peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro, Rektor Institut Harkat Negeri Sudirman Said, dan founder KedaiKOPI Hendri Satrio usai diskusi Survei KedaiKOPI di Jakarta, Minggu (11/1/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

(kiri ke kanan): Pakar hukum tata negara Feri Amsari, ekonom Talitha Chairunissa, peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro, Rektor Institut Harkat Negeri Sudirman Said, dan founder KedaiKOPI Hendri Satrio usai diskusi Survei KedaiKOPI di Jakarta, Minggu (11/1/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar hukum tata negara Feri Amsari menilai penanganan bencana di Sumatera menjadi cermin kegagalan sistem politik Indonesia dalam melahirkan pemimpin yang benar-benar tegas dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam mekanisme politik nasional, mulai dari proses pemilu hingga kualitas para kandidat pemimpin.

BacaJuga:

Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025, Mendikdasmen: Provinsi Banten Sasar 323 Sekolah

Kementerian P2MI Perkuat Suplai Pekerja Migran Sektor Hospitality

DPD: Waspadai TPPO Modus Tawaran Kerja ke Luar Negeri

“Kasus bencana di Sumatera itu menunjukkan ada yang keliru. Entah mekanisme pemilunya, entah kualitas para pesertanya, atau mungkin dua-duanya,” kata Feri dalam diskusi Survei KedaiKOPI di Jakarta, belum lama ini.

Ia menilai, lemahnya respons terhadap krisis memperlihatkan bahwa banyak pemimpin lebih fokus pada pencitraan dibanding pada pengambilan keputusan strategis yang cepat dan efektif.

Selain soal kepemimpinan, Feri juga menyoroti ketidakadilan dalam penegakan hukum politik, khususnya dalam kasus praktik politik uang. Ia mengungkapkan bahwa selama ini yang lebih sering dihukum justru masyarakat kecil sebagai penerima, sementara pihak pemberi jarang tersentuh sanksi hukum.

“Yang dihukum itu sering kali hanya rakyat sebagai penerima. Padahal pemberinya hampir tidak pernah disentuh. Dua-duanya sama-sama merusak demokrasi,” jelasnya.

Menurut Feri, ketimpangan penegakan hukum tersebut semakin memperburuk kualitas demokrasi dan memperkecil peluang munculnya pemimpin yang berintegritas.

Ia menegaskan bahwa pemimpin ideal seharusnya hadir dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika atau simbolisme.

“Pemimpin yang ideal itu bekerja dalam diam, mengambil keputusan ketika krisis, dan hasilnya bisa dirasakan,” ujarnya.

Feri memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, demokrasi Indonesia hanya akan melahirkan pemimpin yang pandai berbicara tetapi minim tindakan.

“Kalau tidak, demokrasi hanya akan melahirkan pemimpin yang pandai bicara, tapi miskin tindakan,” tutup akademikus Fakultas Hukum Universitas Andalas tersebut.

Hadir juga narasumber lain dalam diskusi tersebut seperti ekonom Talitha Chairunissa, peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro, Rektor Institut Harkat Negeri Sudirman Said, dan founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio. (her)

Tags: demokrasiFeri AmsariKarakter PemimpinLembaga Survei KedaiKOPIPakar Hukum Tata NegaraPencitraanPolitik Uang

Berita Terkait.

Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025, Mendikdasmen: Provinsi Banten Sasar 323 Sekolah
Nasional

Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025, Mendikdasmen: Provinsi Banten Sasar 323 Sekolah

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:35
Bea Cukai Gagalkan Peredaran 314.800 Batang Rokok Ilegal di Kendal
Nasional

Kementerian P2MI Perkuat Suplai Pekerja Migran Sektor Hospitality

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:16
PYC Ajak Pemangku Kepentingan Refleksikan Isu Energi 2025 dan Menatap Arah Kebijakan 2026
Nasional

DPD: Waspadai TPPO Modus Tawaran Kerja ke Luar Negeri

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:04
Demi Alasan Keamanan, Kunjungan Wapres Gibran ke Yahukimo Ditunda
Nasional

Demi Alasan Keamanan, Kunjungan Wapres Gibran ke Yahukimo Ditunda

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:25
Dinilai Miliki Alat Bukti Kuat, MAKI Tantang KPK Tahan Anggota DPR Tersangka Korupsi CSR BI
Nasional

BKSAP DPR Dorong ODA Jepang Fokus SDM, Petani Muda, dan Air Bersih

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:15
ombuds
Nasional

Ombudsman RI Terbitkan Empat Rekomendasi Tingkatkan Pelayanan Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 05:05

BERITA POPULER

  • medan

    Pemkot Medan Lakukan Pencanangan Pembangunan Sekolah Rakyat

    944 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Menteri Imipas Janji Dalami Pernyataan Ammar Zoni tentang Peredaran Narkoba di Rutan Salemba

    837 shares
    Share 335 Tweet 209
  • DPP KNPI Perkuat Barisan, Umumkan Pemberhentian Ilyas Indra dan Saad Lubis

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Gerakan “Banten Teduh, Tangerang Sejuk” Pemprov Tanam 5.000 Pohon

    774 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Polisi Selidiki Laporan Dugaan Penipuan Investasi Kripto Timothy Ronald

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.