• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Ketika Perut Menentukan Pilihan Politik Rakyat di Tengah Tekanan Ekonomi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 14 Januari 2026 - 21:11
in Politik
talita

Ekonom Talitha Chairunissa (kiri) menjadi salah satu narasumber dalam diskusi hasil Survei KedaiKOPI di Jakarta, Minggu (11/1/2026). Herry Rosadi-INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok dan ketidakpastian penghasilan, bilik suara tak lagi sekadar tempat menyalurkan aspirasi politik. Ia menjelma ruang sunyi tempat banyak orang menimbang satu pertanyaan sederhana, siapa yang bisa membuat hidup terasa sedikit lebih aman besok pagi.

Ekonom Talitha Chairunissa menilai kondisi ekonomi masyarakat berpengaruh langsung terhadap cara pemilih menentukan pilihan politik di Indonesia. Tekanan daya beli, menurutnya, membuat pertimbangan ideologis sering tersisih oleh kebutuhan yang lebih mendesak dan konkret.

BacaJuga:

Kritik Seskab Teddy, GP Marhaen Sebut Amien Rais “Halu”

Investasi RI Tak Efisien, DPR: Ini Alarm Keras buat Pemerintah

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Dalam diskusi hasil Survei KedaiKOPI di Jakarta, pada Minggu (11/1/2026) lalu, Talitha mengungkapkan bahwa figur pemimpin yang dianggap tegas masih menjadi magnet kuat bagi pemilih.

“Ketegasan itu masih dinyatakan sebagai satu hal penting bagi pemilih di Indonesia. Masyarakat Indonesia senang sekali dengan pemimpin yang tegas,” kata Talitha.

Ketika pendapatan tidak pasti dan tabungan menipis, pilihan politik pun berubah menjadi soal bertahan hidup. Kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan, lanjut Talitha, cenderung bersikap pragmatis dan fokus pada hasil yang bisa dirasakan secepat mungkin.

“Trade-off (pilihan sulit) ini adalah apa yang mau saya korbankan demi saya mendapatkan sesuatu. Ketika ekonomi sulit, masyarakat akan memilih apa yang paling relevan untuk hidupnya saat ini,” ujarnya.

Namun, orientasi pada kecepatan dan efektivitas kebijakan menyimpan risiko tersendiri. Publik, menurut Talitha, bisa saja mulai memaklumi pengorbanan nilai-nilai lain demi janji stabilitas dan bantuan ekonomi.

“Masalahnya muncul ketika ketegasan dibayar dengan ketidakjujuran. Moralitas seharusnya tidak menjadi harga yang dikorbankan,” tutur Talitha.

Ia juga menolak anggapan bahwa pemilih yang terpengaruh kondisi ekonomi bertindak irasional. Justru sebaliknya, pilihan tersebut dinilainya sebagai respons logis terhadap situasi yang penuh ketidakpastian.

“Ketika orang tidak tahu besok bisa makan atau tidak, maka yang dipilih adalah pemimpin yang dianggap mampu memberi rasa aman paling cepat,” jelasnya.

Karena itu, Talitha mendorong agar pembahasan yang berkembang luas di masyarakat tidak berhenti pada menyalahkan pemilih. Peran akademisi, media, dan masyarakat sipil dinilai krusial untuk memperluas cara pandang publik—bahwa politik tidak hanya soal bantuan instan, tetapi juga tentang arah jangka panjang.

Penguatan literasi ekonomi dan politik, menurutnya, penting agar demokrasi tidak terus terdesak oleh kebutuhan sesaat.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan pemilih yang tidak hanya bebas memilih, tetapi juga memiliki ruang ekonomi yang memadai untuk berpikir kritis dan mempertimbangkan nilai-nilai jangka Panjang,” tambahnya.

Di negeri di mana banyak keputusan politik masih berangkat dari isi dompet, tantangan terbesar demokrasi mungkin bukan sekadar soal siapa yang menang, melainkan bagaimana memastikan rakyat bisa memilih tanpa dibayangi rasa lapar dan takut akan hari esok. (her)

Tags: Politik RakyatTekanan Ekonomi

Berita Terkait.

Amien-Rais
Politik

Kritik Seskab Teddy, GP Marhaen Sebut Amien Rais “Halu”

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:45
Amin-AK
Politik

Investasi RI Tak Efisien, DPR: Ini Alarm Keras buat Pemerintah

Kamis, 30 April 2026 - 10:41
Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Politik

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Minggu, 26 April 2026 - 21:36
sutan
Politik

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

Minggu, 26 April 2026 - 14:14
Ahmad-Doli-Kurnia-Tandjung
Politik

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

Rabu, 22 April 2026 - 12:07
I-Nyoman-Parta
Politik

DPR Desak Aturan Turunan UU PPRT: Jangan Mengulang Kesalahan!

Rabu, 22 April 2026 - 11:26

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3597 shares
    Share 1439 Tweet 899
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2564 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1596 shares
    Share 638 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1283 shares
    Share 513 Tweet 321
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.