• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kemendukbangga Optimalisasi Lima Program Keluarga Indonesia

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 11 Januari 2026 - 23:06
in Nasional
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd (baju batik) akrab dengan anak Paud. Foto: Istimewa

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd (baju batik) akrab dengan anak Paud. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN merupakan kementerian yang hadir di jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Giibran Rakabuming Raka. Kehadiran kementerian ini merupakan buah transformasi dari kelembagaan yang keberadaannya sudah berbilang tahun dan dikenal luas oleh masyarakat, yakni BKKBN.

BacaJuga:

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Supiat, Korban TPPO dari Kamboja

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi

Prabowo Dorong Kampus Jadi Motor Perubahan, Sebut Ilmuwan Penentu Kemajuan Bangsa

Usai diambil sumpah oleh Presiden sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN pada Oktober 2024, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd segera menelurkan lima program inovasi terkait dengan siklus kehidupan manusia. Kelima program tersebut adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting-GENTING; Taman Asuh Sayang Anak-TAMASYA; Gerakan Ayah Teladan-GATI; Lanjut Usia Berdaya-SIDAYA; dan SuperApps KeLuarga Indonesia-SAKINA.

Bersama dengan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), kelima program quick win tersebut digulirkan secara masif oleh Menteri dan jajarannya ke tengah masyarakat sasaran. Presiden Prabowo pernah menitahkan kepada para menterinya agar jangan banyak seminar, workshop dan sejenisnya, tetapi mereka harus banyak turun langsung ke lapangan.

“Kita sudah melakukannya sepanjang tahun 2025, dan sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” tutur Menteri Wihaji di berbagai kesempatan.

Sederet program yang diampu Kemendukbangga/BKKBN pada hakekatnya untuk menjalankan Asta Cita Presiden dan Wapres, khususnya dalam pengembangan SDM dan pengentasan kemiskinan. Lalu, sepanjang 2025 banyak terobosan yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN terkait dengan lima quick win tersebut. Kemendukbangga/BKKBN turut menggandeng sejumlah kementerian dalam program ini.

Kemendukbangga/BKKBN secara resmi telah pula meluncurkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) pada pada 21 April 2025, bertempat di Gedung Islamic Center, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program nasional GATI hadir sebagai jawaban atas meningkatnya fenomena “fatherless” di Indonesia.

Berdasarkan Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK 25), sekitar 25,8 persen anak-anak Indonesia kehilangan figur ayah dalam kehidupan mereka. Sekitar satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia pada tahun 2025 mengalami fatherless.

“Sebagai kementerian yang menangani sumber daya manusia, dari calon pengantin sampai lansia , program GATI menjadi penting,” ujar Menteri Wihaji.

GATI merupakan gerakan kolaboratif yang strategis untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendampingan remaja, hingga berbagi peran domestik bersama pasangan. Fokus Kemendukbangga/BKKBN memastikan ayah hadir dalam pengasuhan untuk anak-anaknya, Kekinian, semakin bertumbuh komunitas-komunitas GATI di sejumlah wilayah.

Untuk menggerakkan ayah lebih berperan dalam pengasuhan, Menteri Wihaji menghadirkan satu program turunan, berupa Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah. Insiatif ini menjadi gerakan yang cukup massif di bulan Juli 2025, dan mewarnai di banyak media sosial dan online. Sederhana namun bermakna, di mana Kemendukbangga/BKKBN mencoba menggugah emosi para ayah untuk hadir di tengah anak-anaknya. Sementara bagi remaja, sejak dini mereka dikenalkan bagaimana menjadi sosok ayah teladan dalam keluarga.

Menteri Wihaji juga menelurkan program Lansia Berdaya (Sidaya). Program ini dirancang sebagai solusi komprehensif bagi pemberdayaan lansia di Indonesia secara berkelanjutan. Secara resmi Sidaya diluncurkan secara nasional di Lamongan, Jawa Timur pada 4 Desember 2025.

Menteri Wihaji menekankan bahwa program Lansia Berdaya (Sidaya) diluncurkan untuk memastikan lansia dalam kondisi sehat fisik, sehat mental dan sehat sosial.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 12 persen atau 29 juta penduduk Indonesia merupakan lansia. Persentase ini diprediksi akan meningkat signifikan. Angka tersebut diperkirakan akan mencapai hingga 20 persen pada tahun 2045. Fenomena ini menyoroti urgensi program seperti Program Lansia Berdaya (Sidaya) di seluruh negeri.

Program terbaru adalah SuperApps Keluarga Indonesia – SAKINA baru dilakukan soft launching, dan dijadualkan akan diluncurkan secara nasional di pertengahan Januari 2026 oleh Menteri Wihaji. Super Apps “Keluarga Indonesia” adalah platform digital berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan mutu layanan publik di bidang kependudukan, pembangunan keluarga, dan keluarga berencana.

“Melalui satu aplikasi terpadu, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengakses data, informasi, edukasi, serta konsultasi terkait layanan keluarga, kesehatan, ekonomi, dan pengasuhan dengan dukungan big data yang terintegrasi, terkini, terpercaya, dan detail hingga tingkat nama dan alamat keluarga di Indonesia,” tutup Wihaji. (ney)

Tags: KemendukbanggaProgram Keluarga Indonesia

Berita Terkait.

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi
Nasional

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Supiat, Korban TPPO dari Kamboja

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:50
Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi
Nasional

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:40
Korban Investasi Bodong Mantan Pegawai Bank Diberi Edukasi Literasi Keuangan
Nasional

Prabowo Dorong Kampus Jadi Motor Perubahan, Sebut Ilmuwan Penentu Kemajuan Bangsa

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:30
DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Antisipasi Ancaman 55 Ribu Buruh Kehilangan Pekerjaan
Nasional

DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Antisipasi Ancaman 55 Ribu Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:01
Nikah-Massal
Nasional

Rayakan HUT Ke-61, PGN Gelar Nikah Massal untuk Wujudkan Kepastian Hukum bagi Masyarakat

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:41
Atribut
Nasional

Soroti Kampanye LGBT, DPR Minta Regulasi Disusun dengan Kajian Komprehensif

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:25

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1713 shares
    Share 685 Tweet 428
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1684 shares
    Share 674 Tweet 421
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos
Olahraga

Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Editor Laurens Dami
Jumat, 26 Juni 2026 - 17:03

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 memasuki babak paling menentukan. Pada Sabtu (27/6/2026), rangkaian pertandingan terakhir Grup...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Ditantang Jepang, Belanda Jumpa Maroko

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:24
Diego-Carlos

Hasil Piala Dunia Grup D: Turki Bungkam AS, Australia Lolos Usai Tahan Paraguay

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:51
Elanga

Graham Potter Bangga dengan Perjuangan Pemain Swedia Hadapi Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:50
Nagelsman

Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:39
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.