INDOPOSCO.ID – Gempa bumi di kawasan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) dipicu aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku.
Demikian pernyataan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam akun Twitternya, Minggu (11/1/2026).
Ia menuturkan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi di Kepulauan Talaud memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun atau oblique normal. Dan tidak berpotensi tsunami.
“Gempa susulan terjadi dengan kekuatan magnitudo (M)4,6,” kata BMKG.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo (M)7,1 mengguncang Kepulauan Talaud pada Sabtu (10/1/2026) malam. Dengan kedalaman hiposenter (pusat gempa) 31 Km.
“Pusat gempa (episenter) 40 km tenggara dari Melonguane, dengan titik koordinat 3,76 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,95 derajat Bujur Timur (BT),” kata BMKG.
Menurut BMKG, getaran gempa dirasakan (skala MMI) III-IV Tobelo, III-IV Sitaro, III Morotai, II-III Ternate, II-III Minahasa Utara, dan II-III Bitung. (nas)




















