• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Jakarta Targetkan Zero Tawuran 2026, Pemerhati Soroti Akar Konflik Sosial

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 7 Januari 2026 - 22:02
in Megapolitan
tawuran

Situasi tawuran antarkelompok warga di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026) lalu. Wilayah ini tercatat menjadi salah satu titik rawan konflik yang kerap berulang sepanjang 2025. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Target Jakarta Zero Tawuran 2026 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta patut dipandang sebagai agenda serius dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota. Di tengah dinamika sosial perkotaan yang kompleks, komitmen ini menjadi ujian nyata sejauh mana pemerintah daerah mampu menghadirkan rasa aman bagi warganya.

Pemerhati Jakarta, Zulfikar Marikar, menilai tawuran bukan sekadar persoalan kriminalitas jalanan yang berdiri sendiri. Menurutnya, fenomena ini merupakan masalah sosial berulang yang, jika tidak ditangani secara sistematis dan berkelanjutan, berpotensi menggerus rasa aman masyarakat.

BacaJuga:

Disparekraf DKI Tindak Tegas Tempat Hiburan di Jakbar yang Jadi Sarang Narkoba

Polisi Ungkap Peredaran Narkotika di Hotel Jakbar, Dipesan Lewat Resepsionis

Kasus Narkoba Hotel Jakbar, Polisi Sebut Ada Unsur Pembiaran Manajemen

“Tawuran tidak bisa dipandang sebagai kejadian insidental. Ia adalah gejala sosial yang terus berulang dan menunjukkan adanya konflik laten di masyarakat. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi ancaman serius bagi ketertiban kota,” ujar Zulfikar kepada INDOPOSCO melalui gawai, Rabu (7/1/2026).

Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya mencatat 440 aksi tawuran berhasil ditangani. Meski penindakan dilakukan, angka tersebut tetap menimbulkan keresahan publik dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Yang menjadi perhatian, tawuran kerap terjadi di lokasi-lokasi yang sama, seperti Manggarai, Prumpung, Kebon Bawang, dan Sawah Besar. Pola berulang ini mengindikasikan bahwa konflik tidak selalu muncul secara spontan, melainkan memiliki akar persoalan yang belum tersentuh tuntas,” tutur Zulfikar.

Dalam konteks tersebut, pernyataan Gubernur Jakarta, Pramono Anung yang menyinggung kemungkinan adanya pihak-pihak yang memicu atau memprovokasi tawuran menjadi relevan.

Pandangan ini sejalan dengan kajian akademik yang disampaikan David C. Pyrooz, Professor of Sociology & Criminal Justice, University of Colorado Boulder.

Dalam buku The Oxford Handbook of Gangs and Society (Oxford University Press, 2023), Pyrooz menegaskan bahwa kekerasan antar kelompok jalanan jarang dipicu oleh seluruh anggota secara spontan.

“Biasanya terdapat individu atau subkelompok yang berperan sebagai pemantik konflik, baik melalui provokasi verbal, simbolik, maupun tindakan agresif awal yang mendorong eskalasi kekerasan kolektif,” tulis Pyrooz.

Artinya, tawuran bukanlah ledakan massa murni. Ada aktor tertentu yang memulai provokasi, menggerakkan anggota lain, serta mendorong konflik laten menjadi kekerasan terbuka.

Karena itu, Zulfikar menilai penanganan tawuran tidak cukup hanya dengan pembubaran massa atau penindakan pascakejadian.

“Jika hanya reaktif, tawuran akan terus berulang. Akar masalahnya harus disentuh, termasuk keberadaan provokator yang kerap lolos dari perhatian,” tegasnya.

Dalam hal ini, peran wali kota beserta jajarannya menjadi sangat strategis. Mereka dituntut untuk mengubah pendekatan dari reaktif menjadi preventif. Wali kota, camat, hingga lurah merupakan aktor terdepan yang memahami dinamika sosial di wilayahnya masing-masing.

“Mereka memiliki akses langsung terhadap informasi lokal, relasi komunitas, serta potensi konflik yang sering kali tidak tertangkap oleh pendekatan keamanan semata. Oleh karena itu, tindakan proaktif melalui sistem deteksi dini konflik menjadi kebutuhan mendesak,” terang Zulfikar.

Penguatan koordinasi dengan RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta unsur keamanan harus menjadi kerja rutin, bukan sekadar respons insidental ketika konflik sudah pecah. Dengan pendekatan ini, potensi provokasi dapat diidentifikasi sejak dini sebelum berkembang menjadi bentrokan terbuka.

“Target Jakarta Zero Tawuran 2026 tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif aparat wilayah dalam mengejar dan menindak provokator secara serius,” imbuhnya.

“Upaya tersebut bukan semata untuk menekan angka tawuran, melainkan juga untuk membangun kembali kepercayaan publik bahwa pemerintah daerah hadir dan mampu melindungi warganya,” tambahnya. (her)

Tags: jakartaKonflik SosialPemerhati JakartatawuranZulfikar Marikar

Berita Terkait.

segel
Megapolitan

Disparekraf DKI Tindak Tegas Tempat Hiburan di Jakbar yang Jadi Sarang Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:08
Narkoba
Megapolitan

Polisi Ungkap Peredaran Narkotika di Hotel Jakbar, Dipesan Lewat Resepsionis

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:07
Bar
Megapolitan

Kasus Narkoba Hotel Jakbar, Polisi Sebut Ada Unsur Pembiaran Manajemen

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:25
Bar
Megapolitan

Polisi Bongkar Sarang Narkoba di Hotel Jakbar, 14 Tersangka Dibekuk

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:33
Hujan
Megapolitan

Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:01
libur
Megapolitan

Libur Panjang, Penumpang Kereta Api Serbu Pulau Jawa

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1519 shares
    Share 608 Tweet 380
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.