INDOPOSCO.ID – Menjelang pergantian tahun, aktivitas penyeberangan di lintasan Bali–Jawa tetap berlangsung dinamis. Arus kendaraan dari Bali menuju Jawa terpantau meningkat, terutama kendaraan roda dua dan truk logistik. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memastikan layanan penyeberangan berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pergerakan masyarakat pada periode akhir tahun mencerminkan fleksibilitas perjalanan yang semakin tinggi. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) turut memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan, sehingga sebaran arus kendaraan relatif merata dan tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu.
“Mobilitas yang tetap aktif di akhir tahun menjadi perhatian kami untuk memastikan seluruh layanan penyeberangan dapat melayani pengguna jasa dengan optimal,” ujar Heru.
Berdasarkan data Posko Pelabuhan Gilimanuk pada H+5 libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah penumpang tercatat 27.826 orang atau meningkat 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 8.350 unit atau tumbuh 18,3 persen. Kenaikan paling signifikan tercatat pada truk logistik sebanyak 1.821 unit atau naik 34,6 persen, disusul kendaraan roda dua sebanyak 3.798 unit atau meningkat 24,6 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP menyiagakan 55 kapal dan 17 dermaga di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Dukungan personel operasional juga diperkuat dengan 350 petugas di Pelabuhan Ketapang dan 250 petugas di Pelabuhan Gilimanuk, serta penerapan sistem pengaturan arus seperti delaying system dan buffer zone.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa ASDP juga menyiapkan fasilitas pendukung guna menjaga fleksibilitas operasional. Dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang disiagakan sebagai dermaga perbantuan dan akan dioperasikan secara situasional sesuai kebutuhan di lapangan.
“Seluruh fasilitas kami siapkan agar operasional tetap adaptif terhadap dinamika arus dan kondisi cuaca,” jelas Windy.
Selain kesiapan sarana dan prasarana, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, KSOP, dan BPTD untuk memastikan keselamatan pelayaran serta kelancaran layanan penyeberangan hingga akhir periode libur Nataru.
Dengan komitmen tersebut, ASDP terus berupaya menghadirkan layanan penyeberangan yang andal guna menjaga konektivitas antarpulau, mendukung mobilitas masyarakat, dan memastikan distribusi logistik tetap berjalan optimal di momen akhir tahun. (eva)











