• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ramai Jemaah, Sepi Manfaat: Ironi Industri Haji dan Umrah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 23 Desember 2025 - 11:51
in Nasional
makkah

Ilustrasi - Suasana Masjidil Haram saat musim haji. Foto: Dok. Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri haji dan umrah Indonesia tumbuh besar di atas jumlah jamaah yang masif. Setiap tahun, jutaan warga berangkat ke Tanah Suci, membawa potensi ekonomi bernilai triliunan rupiah. Namun di balik angka yang mengesankan itu, tersimpan ironi, yakni manfaat ekonominya belum sepenuhnya kembali ke dalam negeri.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai industri haji dan umrah nasional masih berjalan secara parsial dan belum terkelola sebagai satu ekosistem ekonomi yang utuh.

BacaJuga:

Mendiktisaintek: Jurnal Ilmiah Harus Bisa Dihilirisasi, Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Layanan Kereta Api Dipastikan Aman dan Nyaman, Begini Penjelasan BP BUMN

Prabowo: Apa Salahnya Pemerintah Gelontorkan Uang untuk Rakyat Sendiri?

“Selama ini kita masih melihat haji dan umrah hanya sebagai layanan keberangkatan jemaah. Padahal ini adalah industri besar yang beririsan langsung dengan industri halal, UMKM, jasa keuangan syariah, hingga logistik,” ujar Emir melalui gawai, Selasa (23/12/2025).

Menurut Emir, posisi Indonesia dalam rantai nilai global haji dan umrah masih berada di level paling hilir. Indonesia berperan besar sebagai penyedia jemaah, tetapi belum menjadi pemilik rantai nilai. Nilai tambah domestik pun masih terbatas pada jasa travel agent serta sebagian kecil perlengkapan jamaah.

Kondisi tersebut membuat multiplier effect industri haji dan umrah justru banyak “bocor” ke luar negeri. Sektor-sektor bernilai tinggi seperti transportasi udara, akomodasi, katering, hingga berbagai layanan pendukung di Arab Saudi masih didominasi oleh pelaku usaha asing.

“Kebocoran terbesar ada pada struktur industrinya. Pengeluaran jamaah untuk penerbangan, hotel, konsumsi, dan layanan pendukung sebagian besar dinikmati pihak luar. Produk konsumsi jamaah pun banyak yang bukan berasal dari Indonesia,” jelas Emir.

Akibatnya, pelaku usaha domestik, termasuk petani dan UMKM, belum menikmati manfaat optimal dari tingginya permintaan jemaah. Meski volume keberangkatan terus meningkat, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi nasional masih jauh dari potensi idealnya.

Tantangan ke depan pun tidak ringan. Memasuki 2026, industri haji dan umrah diperkirakan masih menghadapi tekanan eksternal. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan riyal Arab Saudi berisiko mendorong kenaikan biaya paket. Di sisi lain, dinamika geopolitik Timur Tengah turut memengaruhi ongkos asuransi, penerbangan, dan logistik.

Sementara itu, lanjut Emir, kebijakan Vision 2030 Arab Saudi yang semakin membuka akses visa diprediksi akan meningkatkan volume jemaah global. Namun, kondisi tersebut juga memicu persaingan harga dan kualitas layanan yang semakin ketat antarnegara.

Dalam situasi ini, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) itu menekankan pentingnya pembenahan kebijakan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penguatan nilai tambah dalam negeri.

“Kita perlu penguatan standarisasi produk, konsolidasi UMKM agar mampu memenuhi skala ekonomi, serta diplomasi ekonomi yang lebih kuat dengan Arab Saudi untuk menekan kebocoran ekonomi,” tegas Emir.

“KNEKS juga mendorong pengembangan pembiayaan syariah dan platform digital haji dan umrah buatan dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat posisi Indonesia, tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pemain utama dalam industri global haji dan umrah,” tambahnya.

Pada akhirnya, besarnya jumlah jemaah seharusnya menjadi modal strategis, bukan sekadar statistik. Tanpa hilirisasi nilai dan penguatan ekosistem, Indonesia berisiko terus menjadi “penyumbang terbesar” tanpa menikmati hasil yang sepadan. Transformasi industri haji dan umrah kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. (her)

Tags: Industri haji dan umrahKNEKSSutan Emir Hidayat

Berita Terkait.

Manfaatkan Air Sungai, IPA Portabel Semanan Perkuat Suplai Air di Jakbar
Nasional

Mendiktisaintek: Jurnal Ilmiah Harus Bisa Dihilirisasi, Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Kamis, 30 April 2026 - 02:45
BCA Resmi Mulai Buyback Saham, Sinyal Optimisme di Pasar Modal
Nasional

Layanan Kereta Api Dipastikan Aman dan Nyaman, Begini Penjelasan BP BUMN

Rabu, 29 April 2026 - 23:45
Prabowo: Apa Salahnya Pemerintah Gelontorkan Uang untuk Rakyat Sendiri?
Nasional

Prabowo: Apa Salahnya Pemerintah Gelontorkan Uang untuk Rakyat Sendiri?

Rabu, 29 April 2026 - 22:31
AHY Minta KNKT Transparan Usut Kecelakaan Kereta di Bekasi, Janji Infrastruktur Dibenahi
Nasional

Soroti Tragedi Kereta Bekasi Timur, Ketua DPR RI Desak Reformasi Total Sistem Keselamatan

Rabu, 29 April 2026 - 22:16
Penerima Manfaat Tembus di Atas 60 Juta, Prabowo Sebut Banyak Negara Belajar MBG ke Indonesia
Nasional

Penerima Manfaat Tembus di Atas 60 Juta, Prabowo Sebut Banyak Negara Belajar MBG ke Indonesia

Rabu, 29 April 2026 - 22:01
Strategi Pemerintah Hadapi Ketidakpastian Global: Pajak Ditahan, Investasi Didorong
Nasional

Strategi Pemerintah Hadapi Ketidakpastian Global: Pajak Ditahan, Investasi Didorong

Rabu, 29 April 2026 - 20:02

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2547 shares
    Share 1019 Tweet 637
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.