• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ramai Jemaah, Sepi Manfaat: Ironi Industri Haji dan Umrah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 23 Desember 2025 - 11:51
in Nasional
makkah

Ilustrasi - Suasana Masjidil Haram saat musim haji. Foto: Dok. Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri haji dan umrah Indonesia tumbuh besar di atas jumlah jamaah yang masif. Setiap tahun, jutaan warga berangkat ke Tanah Suci, membawa potensi ekonomi bernilai triliunan rupiah. Namun di balik angka yang mengesankan itu, tersimpan ironi, yakni manfaat ekonominya belum sepenuhnya kembali ke dalam negeri.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai industri haji dan umrah nasional masih berjalan secara parsial dan belum terkelola sebagai satu ekosistem ekonomi yang utuh.

BacaJuga:

LPDB Koperasi Jemput Bola di Borobudur Expo 2026, Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi

“Selama ini kita masih melihat haji dan umrah hanya sebagai layanan keberangkatan jemaah. Padahal ini adalah industri besar yang beririsan langsung dengan industri halal, UMKM, jasa keuangan syariah, hingga logistik,” ujar Emir melalui gawai, Selasa (23/12/2025).

Menurut Emir, posisi Indonesia dalam rantai nilai global haji dan umrah masih berada di level paling hilir. Indonesia berperan besar sebagai penyedia jemaah, tetapi belum menjadi pemilik rantai nilai. Nilai tambah domestik pun masih terbatas pada jasa travel agent serta sebagian kecil perlengkapan jamaah.

Kondisi tersebut membuat multiplier effect industri haji dan umrah justru banyak “bocor” ke luar negeri. Sektor-sektor bernilai tinggi seperti transportasi udara, akomodasi, katering, hingga berbagai layanan pendukung di Arab Saudi masih didominasi oleh pelaku usaha asing.

“Kebocoran terbesar ada pada struktur industrinya. Pengeluaran jamaah untuk penerbangan, hotel, konsumsi, dan layanan pendukung sebagian besar dinikmati pihak luar. Produk konsumsi jamaah pun banyak yang bukan berasal dari Indonesia,” jelas Emir.

Akibatnya, pelaku usaha domestik, termasuk petani dan UMKM, belum menikmati manfaat optimal dari tingginya permintaan jemaah. Meski volume keberangkatan terus meningkat, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi nasional masih jauh dari potensi idealnya.

Tantangan ke depan pun tidak ringan. Memasuki 2026, industri haji dan umrah diperkirakan masih menghadapi tekanan eksternal. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan riyal Arab Saudi berisiko mendorong kenaikan biaya paket. Di sisi lain, dinamika geopolitik Timur Tengah turut memengaruhi ongkos asuransi, penerbangan, dan logistik.

Sementara itu, lanjut Emir, kebijakan Vision 2030 Arab Saudi yang semakin membuka akses visa diprediksi akan meningkatkan volume jemaah global. Namun, kondisi tersebut juga memicu persaingan harga dan kualitas layanan yang semakin ketat antarnegara.

Dalam situasi ini, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) itu menekankan pentingnya pembenahan kebijakan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penguatan nilai tambah dalam negeri.

“Kita perlu penguatan standarisasi produk, konsolidasi UMKM agar mampu memenuhi skala ekonomi, serta diplomasi ekonomi yang lebih kuat dengan Arab Saudi untuk menekan kebocoran ekonomi,” tegas Emir.

“KNEKS juga mendorong pengembangan pembiayaan syariah dan platform digital haji dan umrah buatan dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat posisi Indonesia, tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pemain utama dalam industri global haji dan umrah,” tambahnya.

Pada akhirnya, besarnya jumlah jemaah seharusnya menjadi modal strategis, bukan sekadar statistik. Tanpa hilirisasi nilai dan penguatan ekosistem, Indonesia berisiko terus menjadi “penyumbang terbesar” tanpa menikmati hasil yang sepadan. Transformasi industri haji dan umrah kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. (her)

Tags: Industri haji dan umrahKNEKSSutan Emir Hidayat

Berita Terkait.

Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel
Nasional

LPDB Koperasi Jemput Bola di Borobudur Expo 2026, Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

Jumat, 18 September 2026 - 23:07
Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027
Nasional

Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

Jumat, 18 September 2026 - 22:35
Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi
Nasional

Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 20:01
Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel
Nasional

Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel

Jumat, 18 September 2026 - 19:21
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Nasional

Disangkakan Memeras, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Klaim Selalu Bekerja Sesuai Aturan

Jumat, 18 September 2026 - 16:30
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Klaim Prabowo Dapat Informasi Keliru Soal Kasus TPPU

Jumat, 18 September 2026 - 16:20

OLAHRAGA

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 18 September 2026 - 21:16

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28
bc

Bea Cukai Priok Dukung Kiprah Tim Reli Indonesia di Kancah Internasional

Kamis, 17 September 2026 - 18:08
Pemain-Persib

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Kamis, 17 September 2026 - 08:20

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5508 shares
    Share 2203 Tweet 1377
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1513 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.